共有

Aturan Main Memikat Gadis
Aturan Main Memikat Gadis
作者: Liam

Bab 1

作者: Liam
"Om, baju renang ini ... bagus nggak?"

Aku berdiri di tepi kolam renang pribadi, mengenakan celana dalam tali hitam yang sudah kupilih baik-baik.

Kainnya sangat minim, hanya cukup untuk menutupi bagian-bagian intim.

Dua tali tipis melilit pinggangku, mempertegas lekuk pinggang yang ramping sekaligus membuat bokongku yang memang sudah kencang terlihat makin bulat penuh ....

...

Namaku Tiara Chandra, hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-20.

Hari ini juga menjadi momen yang kupilih untuk berterus terang kepada waliku, Garry Adnan.

Dia berjalan turun dari tangga spiral sambil membawa dua helai handuk mandi di tangannya.

Saat tatapannya jatuh kepadaku, sepasang mata yang biasanya selalu tenang seumpama air itu, untuk pertama kalinya memperlihatkan gejolak hebat.

Langkah kakinya langsung terhenti.

Aku bisa merasakan tatapannya bagai lampu sorot yang mengalirkan panas, menyapu dari tulang selangka yang terbuka, melewati sepasang payudaraku yang membulat dan terangkat, beralih ke perut yang rata, hingga akhirnya tertahan di pinggiran celana renangku yang basah dan menempel ketat di kulit.

Udara rasanya mendadak membeku, hanya menyisakan kilauan cahaya lembut di permukaan kolam dan suara detak jantungku sendiri.

"Nakal!"

Setelah sempat tertegun, dia baru melontarkan kata itu dengan suara yang jauh lebih berat dari biasanya.

Dia melangkah lebar mendekatiku, hingga sosok tubuhnya yang tinggi besar langsung menyelimutiku sepenuhnya.

Tanpa memedulikan protesku, dia membentangkan sehelai handuk mandi yang sangat besar, lalu membungkusku dari kepala sampai kaki mirip ketupat.

"Siapa yang suruh kamu pakai baju kayak begini?!" Ada kemarahan yang tertahan dalam nada bicaranya.

Aku terbungkus hingga hanya menyisakan wajah, sementara ujung hidungku dipenuhi oleh aroma cemara yang segar dari tubuhnya, bercampur dengan sedikit aroma tembakau yang samar.

Aroma khas seorang pria dewasa.

Aku mendongak, sengaja menatapnya dengan binar mata yang paling polos. "Bagus nggak? Ini model yang paling populer tahun ini, lho. Om, kayaknya Om terlalu kuno deh?"

"Tiara Chandra!" Dia memanggil nama lengkapku, sebuah tanda kalau dia benar-benar murka.

Tangannya masih menempel di handuk mandi. Lewat kain yang lembut itu, telapak tangannya yang lebar dan kasar tepat berada di depan dadaku.

Aku bahkan bisa merasakan kehangatan yang membakar itu menembus lapisan kain, lalu menyengat jauh ke dalam lubuk hatiku.

Alih-alih mundur, aku malah sengaja makin merapat, menempelkan tubuhku yang lembut ke lengannya yang tegang keras karena menahan emosi.

"Om, jangan marah dong." Suaraku mendadak berubah manja dan lembut. "Aku cuma mau belajar berenang, tapi baju renang lamaku sudah kekecilan semua ...."

Aku sengaja menekan kata "kekecilan" dalam-dalam, sementara mataku melirik ke arah dadaku yang terbungkus.

Bagian itu sudah tidak sekecil remaja belasan tahun lagi.

Jakun Garry naik turun, sementara tatapan matanya meredup penuh maksud.

Dia melepaskan genggamannya, mundur selangkah untuk menjaga jarak seolah-olah aku adalah kobaran api yang bisa membakarnya hidup-hidup.

"Kalau mau belajar renang, Om bisa ajari kamu." Dia meninggalkan kalimat itu, lalu berbalik mengambil handuk mandi yang satunya lagi. "Sana ganti pakai yang ini."

Aku menunduk melihat benda di tangannya, ternyata yang dia maksud adalah baju renang terusan yang modelnya sangat tertutup mirip seragam olahraga anak SMP.

Aku pun tersenyum.

"Oke." Aku langsung setuju dengan gembira. "Asal Om mau ajari aku, pakai baju apa pun nggak masalah."

Aku tahu kalau dia sudah termakan umpan.

Aku menurut saja, lalu pergi mengganti pakaian dengan baju renang kolot itu. Walaupun baju itu menutupi sebagian besar kulitku, potongan desainnya yang ketat justru mencetak lekuk tubuhku dengan semakin jelas.

Terutama di bagian dada, karena tidak ada kawat yang menahan, sepasang gundukan padat itu agak bergoyang mengikuti langkah jalanku, yang malah mengembuskan kesan seksi yang polos dengan jauh lebih pekat dibanding bikini tadi.

Saat aku kembali muncul di tepi kolam renang, Garry sudah selesai berganti celana renang dan sedang menunggu di dalam air.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Aturan Main Memikat Gadis   Bab 12

    Dia mengulurkan tangan, menggunakan ujung jarinya untuk menyapu air mata di wajahku dengan sangat lembut."Bodoh." Suaranya terdengar luar biasa lembut, jauh lebih lembut dari yang pernah kudengar sebelumnya. "Aku cuma pergi belikan kamu sarapan."Dia merengkuh tubuhku ke dalam pelukannya, mendekapku dengan sangat erat."Tiara, maaf." Dia berbisik lirih tepat di dekat telingaku.Maaf?Minta maaf untuk apa?Minta maaf karena sudah memperlakukanku seperti itu semalam? Atau minta maaf karena mendadak berhenti di detik-detik terakhir?"Semalam ... Om kehilangan kendali." Dia mengambil jeda sejenak sebelum kembali melanjutkan untaian kalimatnya, "Om ngaku, Om memang sudah lama simpan perasaan yang nggak semestinya ke kamu. Tapi, Om selalu ingatin diri Om sendiri kalau kamu itu tanggung jawab Om, Om nggak boleh rusak kamu.""Tapi Tiara, kamu terlalu indah, begitu indah sampai ... Om sama sekali nggak sanggup menahan diri Om sendiri.""Semalam Om berhenti, bukan karena Om menyesal, juga bukan

  • Aturan Main Memikat Gadis   Bab 11

    Hanya naik turun dadanya yang kencang serta embusan napasnya yang memburu, yang menunjukkan betapa hebat pergolakan batin yang sedang dia lalui saat ini."Om?" Aku memanggilnya lirih dengan nada mencoba memastikan.Dia tidak memberikan sahutan.Waktu kembali berlalu cukup lama.Saking lamanya, sampai aku mengira apa ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.Dia akhirnya bergerak juga.Perlahan-lahan, dia menggeser badannya lalu mundur menjauh dari tubuhku.Setelah itu, dia menarik selimut untuk membungkus rapat tubuh polosku, sekaligus menutupi hatiku yang sedang didera kebimbangan karuan."Tidurlah."Dia meninggalkan satu kata itu, lalu berbalik melangkah keluar dari kamar.Seiring terdengarnya bunyi klik pelan, pintu kamar pun tertutup rapat.Seluruh dunia seketika kembali tenggelam dalam kesunyian pekat.Kini hanya tersisa aku seorang diri, berbaring di atas ranjang besarnya yang empuk, menghirup sisa keharuman tubuhnya, sembari merasakan sisa gairah yang belum sepenuhnya surut dari d

  • Aturan Main Memikat Gadis   Bab 10

    Garry akhirnya menghentikan sepasang tangannya yang sedari tadi berbuat nakal.Dia bertumpu pada kedua tangannya, menegakkan tubuh, lalu menatapku dalam keheningan.Di tengah kegelapan, sepasang manik matanya berkilat terang secara menakjubkan, bagai dua pilar kobaran api yang menyala-nyala.Aku bisa merasakan, binatang buas dalam tubuhnya yang sudah bersiap menerkam itu, sama sekali tidak mereda hanya karena pertahananku yang sudah porak-poranda baru saja, melainkan ... justru makin tidak tenang dan kian lapar.Alat miliknya yang sudah sekeras baja di bawah sana menekan kuat paha dalamku bagai besi panas, terhalang oleh jubah tidur sutra yang tipis.Ukuran dan hawa panasnya yang mencengangkan sukses membuat nyaliku menciut saking takutnya."Tiara ...." Dia membungkuk, menempelkan bibirnya yang membara tepat di dekat telingaku, suaranya membawa jenis nada serak yang sudah ditekan hingga ke batas maksimal. "Sudah cukup?"Aku tidak memberikan jawaban.Bukannya tidak mau, melainkan karena

  • Aturan Main Memikat Gadis   Bab 9

    Dia tidak membawaku kembali ke kamarku, melainkan berjalan lurus menuju ranjang besarnya sendiri.Jantungku rasanya sudah melompat sampai ke tenggorokan.Dia merebahkan tubuhku ke ranjang dengan sangat perlahan, membuat kasur yang empuk langsung membungkusku seketika.Setelah itu, dia membungkuk, menumpu kedua tangannya di sisi kanan dan kiri tubuhku hingga bayangannya mengurungku sepenuhnya.Di tengah kegelapan, aku tidak bisa melihat ekspresi wajahnya. Aku hanya bisa merasakan embusan napasnya yang panas menyapu wajahku perlahan demi perlahan."Tiara," ucapnya, terdengar rendah dan begitu memikat. "Kasih tahu Om, apa yang kamu mau?"Itu adalah sebuah pertanyaan yang penuh godaan sekaligus berbahaya.Aku menggigit bibir dan memilih tidak menjawab.Apa yang kumau?Aku mau kamu.Sejak hari pertama aku mulai mengenal cinta, aku sudah mau kamu.Tapi, kalimat itu tidak berani kuucapkan.Melihatku yang tetap bungkam, dia tidak lagi mendesak.Dia menundukkan kepala, menggunakan bibirnya untu

  • Aturan Main Memikat Gadis   Bab 8

    Handuk mandi yang melilit tubuhku entah sejak kapan sudah melosot sampai ke pinggang.Telapak tangannya yang membara menangkup kelembutan di dadaku.Ukurannya yang pas, tepat berada dalam satu genggaman tangannya.Terhalang selembar handuk, dia meremas dan memijatnya kuat-kuat menggunakan ujung jarinya dengan gerakan yang agak kasar."Hm ... Om ... ja ... jangan ...."Mulutku melontarkan penolakan yang tidak bertenaga, tapi tubuhku justru bersikap jujur dan membuka diri untuknya.Aku mendongakkan kepala, membuat leher jenjangku membentuk lengkungan yang indah, layaknya seekor angsa yang siap dikorbankan."Jangan?"Dia tertawa pelan tepat di dekat telingaku, menggunakan sejenis suara yang sanggup memikat hati siapa pun."Penipu, tubuhmu jauh lebih jujur dari mulutmu."Tangannya yang lain merayap turun perlahan menyusuri perutku yang rata, mencoba menjelajah lebih jauh secara perlahan ....Tangan itu bagaikan besi panas yang sanggup membuat sekujur tubuhku gemetar hebat.Gerakannya terta

  • Aturan Main Memikat Gadis   Bab 7

    Aku memejamkan mata, menanti ciuman yang sebentar lagi akan mendarat itu.Tapi ....Duar!Guntur yang menggelegar tiba-tiba terdengar di luar jendela, getarannya begitu kuat sampai seluruh vila seolah ikut berguncang.Sesaat kemudian, lampu di dalam kamar berkedip beberapa kali lalu padam sepenuhnya.Listrik padam.Kamar mandi seketika diselimuti kegelapan pekat yang membuatku bahkan tidak bisa melihat jari tanganku sendiri.Gerakan Garry juga terhenti, menyisakan jarak jeda hanya satu milimeter dari bibirku.Aku bisa merasakan embusan napasnya yang hangat menerpa bibirku, menyisakan sensasi geli dan menggelitik."Jangan takut."Di tengah kegelapan, suaranya terdengar jauh lebih serak dari biasanya, sekaligus ... jauh lebih berbahaya.Bukannya menjauh, dia malah merentangkan kedua lengan lalu mendekapku erat-erat ke dalam pelukannya.Pelukan ini sama sekali tidak membawa hawa nafsu, melainkan penuh rasa ingin memiliki yang pekat.Bidang dadanya terasa begitu panas dan kokoh, membuat su

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status