Danu dan Ane pulang dari kampus, dan mereka disambut oleh Susan yang tengah menyirami tanaman.Punya Tina dulunya, tapi sangat cantik hingga sayang untuk dibuang. Susan yang mau.“Hey, kalian sudah pulang? Gimana, selesai urusannya?” tanya janda cantik itu pada mereka berdua.Danu tidak menjawab karena sepertinya ia masih sedikit emosi perkara tadi. Nyatanya masih ada beberapa hal yang tidak bisa diungkapkan meski ia ingnin.“Pakde ke kamar dulu, ganti baju. Gerah soalnya,” pamit Danu pada mereka berdua, dan tak lupa berikan kunci mobil Susan.Susan terdiam sesaat dengan cueknya Danu yang sangat diam itu. Tak biasanya ia seperti ini, terutama padanya,“Kak, ngobrol yuk,” ajak Susan.“Ayok. Kita duduk di situ, ya?” Susan taruh selang airnya dan mereka berdua duduk di kursi rotan.Ane menghela napas sebelum ia mulai bicara. Tampak ia bingung harus memulai semuanya darimana.“Kak, tadi pakde berantem.”“Loh, sama siapa?”“Sama Putra, Jaka dan teman teman mereka. Ini semua gara gara Ane.”
Read more