Danu sejenak menatap Susan yang sudah seperti itu, dan ia merasa bangga pada dirinya sendiri.“Pantes, Neng Susan minta jatah terus. Tahu bakal lemes, tapi minta duluan terus kayak udah candu banget sama Aku dan si Jarot.” Pria itu membatin.Untungnya Danu juga sudah mengalami pelepasan saat itu. Ia cari selimut dan ia tutupi tubuh Susan yang sudah lemah tidak berdaya, lalu ia berbaring di sebelahnya.“Udah lemes, ya? Padahal, Mas mau lagi, Neng.” Danu miring dan membelai tubuh molek janda cantik itu.“Nanti lagi ya, Mas? Susan istirahat bentar aja, jangan sampai Susan jadi bener bener ngga bisa jalan.”Danu tertawa kecil dan ia kecup Susan agar segera istirahat seperti apa maunya tadi.Susan juga memiringkan tubuhnya, menghadap Danu dan menatap dengan cukup mesra. Bahkan sesekali ia hembuskan napas ke dada bapak kostnya itu.“Heh! Katanya udah, tapi malah mancing terus.” Danu melotot memberi ancaman.“Hahhaa! Iya, Mas, maaf. Ini lututnya masih geter geter, loh.” Susan langsung memeja
더 보기