"Bu, pemilik mobil ini Ibu Susan. Ini buktinya, surat surat dari mobil yang bersangkutan."Pengirim mobil itu segera memperlihatkan semua berkas yang ia bawa pada Tina dan mereka semua.Tina terbelalak diam dengan mulut bergetar komat kamit tanpa suara. Tandanya, ia benar-benar kaget.Susan kemudian keluar dari kamar. Ia berdiri di pagar teras dan berpangku tangan di sana menatap mereka semua."Kaget, ya? Langsung melek dan langsung datang waktu denger Pakde dapat warisan, terus sibuk minta dibagi." Sarkasnya Susan, mengena di hati Tina..Ane ikut tersenyum dan puas dengan rencana Susan kali ini, dan ia maju lagi."Yee, Bude kena gocek! Enak, kan?" ledek Ane padanya."Jadi, kalian ngerjain aku? Kamu juga, Mas? Tega kamu!" cecar Tina yang merasa tersakiti kali ini."Kamu yang berfikiran jahat, Tina. Kalau ngga dengan ini, apa kamu kemari? Bahkan nomor mereka kamu blokir karena menagih hutang. Banyak, Tina." Danu membalasnya.Deg!Degup jantung Tina menguat, dan ia kembali sadar bahwa y
Read more