“Ndak papa. Baju kotor, nanti pakde cuci sendiri. Kalian siap siap aja, mau ke kampus atau ke Minimarket,” ucap Danu, menolak tawaran mereka dengan halus untuk mencuci pakaian.Silvy mengangguk. Ia memang harus sift pagi hari ini, dan ia juga akan gajian sesuai tanggal. Tandanya, ia akan membayar uang kost.“Ya, Pakde. Silvy pamit, ya? Bye, Kak Lily,” ucap Silvy yang kemudian pamit dari sana.Lily masih ada beberapa yang harus dibereskan, tapi juga mumpung Danu masih berdiri di tempatnya hingga langsung saja ia ajak bicara.“Pakde. Ehmm-““Ada apa, Nduk?” tanya Danu.“Hari ini ‘kan, mau bayar kost. Terus, gimana kalau yang biasanya transfer. Kan, itu, ATM Pakde sama bude. Nanti-““Walah, iya! Pakde lupa.” Danu menepuk keningnya sendiri saat itu.“Anu, Nduk, pakde ke Ai dulu, ya? Ada sesuatu yang mau pakde tanyain ke dia.” Danu terlihat buru-buru, bahkan menyisir rambut hanya dengan jarinya asal rapi.Lily mengangguk saja dan ia raih handuk basah yang Danu pegang saat itu, kemudian Dan
Read more