“Kalau begitu, pasti pakde akan langsung terkam kamu. Grrrr!!” Danu menjawabnya sembari tertawa lucu.Silvy menatapnya, dan terlihat sangat serius. “Kalau gitu, terkam aku.”“Hey, apa apaan, Neng ini. Pakde bercanda, loh. Kirain, tadi memang bercanda.” Jujur, Danu sedikit tegang.Keadaan menjadi hening dalam sejenak, dan Danu mencoba mengalihkan perhatiannya pada yang lain.“Terkam Vy, Pakde. Lebih baik, Vy memberikan pengalaman pertama ini sama Pakde daripada sama pria lain. Apalagi sama orang yang Om Joni jodohkan. Pria itu brengsek!”Jackpot!Danu bengong antara percaya atau tidak dengan dengan kata kata yang Silvy berikan padanya.“Kenapa, Neng? Memutuskan sesuatu itu, jangan sampai terburu-buru."“Iya, Pakde. Vy udah fikirin ini. Daripada Vy berikan sama si brengsek itu, mending Vy berikan ke Pakde aja. Pakde yang selama ini justru jagain Vy, jadi teman dan peduli sama Vy.”“Itu memang tugas Pakde, karena pakde kelola kost ini. Sama yang lain juga,” jawab Danu lagi padanya.“Ya,
Read more