Share

Bab 52 Jackpot!

Author: Er_Su
last update publish date: 2026-06-28 11:16:33

“Kalau begitu, pasti pakde akan langsung terkam kamu. Grrrr!!” Danu menjawabnya sembari tertawa lucu.

Silvy menatapnya, dan terlihat sangat serius. “Kalau gitu, terkam aku.”

“Hey, apa apaan, Neng ini. Pakde bercanda, loh. Kirain, tadi memang bercanda.” Jujur, Danu sedikit tegang.

Keadaan menjadi hening dalam sejenak, dan Danu mencoba mengalihkan perhatiannya pada yang lain.

“Terkam Vy, Pakde. Lebih baik, Vy memberikan pengalaman pertama ini sama Pakde daripada sama pria lain. Apalagi sama orang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 285 Di Titik Lelah

    Ane tersenyum senang karena rencananya bersambut dengan apik. Belum lagi saat ia lihat di mana Rumah sakit yang mereka datangi, adalah benar benar Rumah sakit tempatnya magang.“Rumah Sakit HS, ruang Kebidanan. Oke, kita cari jalan untuk ambil sample air ketuban. Untung, Mas Daus mau fasilitasi demi membuktikan itu anaknya.” Gadis itu semakin antusias.Nanti malam Ane dinas lagi, di ruangan tempat Silvy berada. Saat itu ia akan susun semuanya dengan matang. Tapi untuk Danu, sepertinya ia tak perlu ikut test karena ini urusan Daus. Dia yang ingin mencocokkan.Ane lantas pulang, dan ia berpas pasan dengan Darma yang baru antar Ainun. Pria itu mulai ramah, mau menyapa meski dengan klakson saja.Saat tiba di kost, Ane segera hampiri mereka berdua untuk ucapkan rencananya. Tapi, belum ingin yang lain tahu demi kelancaran rencana tersebut.“Sebenarnya, Daus sendiri sudah yakin jika itu adalah anaknya dan mau tanggung jawab. Tapi, kenapa Silvy sesulit itu?” gumam Amy.Andai tidak membuat ula

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 284 Kesepakatan Dengan Daus

    “Pakde, Lily. Ini sakit. Tadi nggak kenapa napa, mendadak sakit terus ada darahnya.” Silvy memegangi perut dan meringis kesakitan dengan wajah yang pucat.Lily panik, tapi dengan tenang ia ambil Hp di saku untuk memberitahu Susan Ia yang paling cepat dan bisa meminjam mobilnya dalam keadaan yang darurat ini.“Ya, Dek?” Susan menjawab dengan cepat.“Kak, tolong! Ini, Silvy sakit perut dan berdarah.”“Astaga! Kakak segera ke sana, persiapkan dan kita bawa ke Rumah sakit!” Susan beranjak dari tabnya. Ia segera meraih kunci mobil di laci dan lari keluar menuju rumah Danu.“Kak, ada apa?” Amy yang keluar langsung menghadangnya.“Dek, Silvy berdarah. Kakak mau tolong dia!”“Amy ikut!”“Nggak usah, Dek. Biar kak Susan, Lily sama Pakde aja. Kamu jaga kost’an.” Mau tak mau Amy menurut, dan Ane juga masih di kamarnya karena sedang istirahat.Susan tiba di dapur umum, bertepatan dengan Lily yang keluar dari rumah Danu membawa beberapa perlengkapan untuk Silvy. Saat Danu lihat mereka, ia segera b

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 283 Silvy, Kamu Kenapa?

    Danu menikmati sarapan yang dibawakan Ane, ia duduk di pohon rambutan halaman belakang sendirian.Dalam situasi seperti ini, tak ada yang mendekat padanya. Susan dan Amy hanya melirik lewat jendela dan membiarkannya dalam keadaan yang cukup nelangsa. Pasti serba salah.Saat Danu selesai sarapan yang kesiangan, tak lama kemudian sebuah nomor asing menelpon. Danu serasa enggan menjawab, tapi takutnya itu adalah nomor dari kolega yang penting dari pak Bondan.“Halo,” sapa Danu lebih dulu.“Mas, Danu.” Suara familiar itu memanggil, Danu langsung mengusap wajahnya dengan kasar.“Mbak Di, ada apa?” Danu bertanya, berharap jawaban kali ini tanpa basa basi.“Tawaran saya, bagaimana, Mas?”“Tawaran apa? Saya rasa, Mbak Di nggak pernah menawarkan sesuatu terhadap saya pribadi. Tapi jika itu urusan bisnis, maka nanti akan kita bicarakan lagi.” Danu menegaskan sesuatu.“Tapi, bagaimana jika semaunya saling berkaitan? Saya ingin—”“Mbak. Saya orang yang paling tidak bisa, mencampur adukkan urusan

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 282 Sudah Baik Mau Tanggung Jawab

    Susan dan adik adiknya turun di sebuah kedai sarapan. Mereka duduk dan memesan menu masing masing masing yang mereka inginkan, sekaligus menunggu Ane yang kabarnya akan datang.Ainun juga, menunggu kekasihnya di luar karena katanya sudah dekat dari lokasi tersebut.“Mas!” panggil Ainun pada Darma yang menggunakan mogenya. Terlihat tampan dan gagah. Darma turun, ia buka helm dan kemudian ia hampiri sang kekasih dengan pelukan hangat. “Yang lain, nunggu di dalam. Kita sekalian aja sarapan,” bisik Ainun dengan lembut padanya.“Iya, tapi nanti pulangnya ikut aku, ya?” balas Darma yang sudah ada mau itu.Mereka masuk ke dalam, lalu sarapan bersama lebih dulu karena sudah kelaparan. Ane nanti akan menyusul, sarapan sembari mendengarkan.“Kak!” Ane datang dengan wajah yang riang meski terlihat lesu dan lelah.“Dek, sudah sampai? Itu, Kakak pesenin nasi uduk buat kamu. Sarapan aja lah ya,” ucap Anin padanya. Suasana menjadi serius ketika Ainun memberi kode pada kekasihnya untuk keluarkan be

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 281 Jangan Fikir, Pakde Bodoh

    Danu datang, ia tatap sambal cumi yang ada di meja kemudian ia tatap pada Silvy yang terlihat begitu santai. Danu sendiri menatapnya dengan penuh kecewa.“Pakde nggak tahu lagi harus ngomong apa ke kamu, Vy. Pakde capek, dan pakde kehabisan kata sabar.” Danu masih pelan.Susan yang ada di sana juga terlihat sangat kecewa. Ia sudah berangan menikmati cumi balakutak hitamnya, dan kini jadi sambel cumi pedas. Sangat tidak nikmat.“Pakde, Vy cuma mau bantu. Karena beberapa bahan udah ada, jadinya—”“Nggak usah membela diri lagi, Vy. Muak dengernya!” sergah Lily dengan kemarahan yang sudah tidak bisa dihindari lagi.“Dek, udah ya? Cari cumi lagi kita, masak sesuai yang kita mau.” Susan berusaha menenanhkan.Tapi jelas Susan juga paham, bahwa permasalahan yang ada sebenarnya bukan hanya cumi. Tapi tingkah Silvy yang sudah benar benar kelewatan saat ini. Apa lagi dari ekspresi dan nada bicaranya seolah tanpa rasa bersalah sama sekali.“Atau, kita makan di luar, yuk? Kalian mandi, siap siap.

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 280 Gara Gara Cumi

    Pagi datang di kost melati. Mereka semua bangun dengan wajah ceria dan keluar dari kamar masing masing.Tak lama kemudian, Susan pulang dengan mobil mewahnya. Ia parkir di halaman seperti biasa dengan wajah ngantuknya."Kak Susan, baru pulang?" Lily menyapa saat ia melakukan olahraga kecil di teras."Iya, Dek. Semalam ada rapat dadakan, karena ada yang mau pesen dress untuk pesta." Susan menjawab sembari menguap."Oh, gitu. Yaudah, Kakak tidur aja ke kamar." Lily usapi bahunya sebentar."Oh, iya. Kakak beli cumi tadi. Seger seger banget. Tolong masakin, ya? Pake tinta itemnya enak. Pengen.""Waaah! Cumi! Siap, Kakak. Lily masakin dengan bumbu yang medok dan super enak!" Lily terlihat sangat semangat dan segera ambil cumi segar yang Susan beli di pasar, bagian belakang butiknya.Dengan langkah yang begitu gemoy, Lily bawa cumi itu ke dapur dan ia segera ia cuci sampai bersih. Sembari menunggu marinasi agar tak amis, ia kumpulkan dan racik bumbu untuk memasak."Aduh! Asem jawa sama leng

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 1 Pakde, Bude Selingkuh!

    “Selamat pagi, Pakde. Rajin bener, pagi-pagi udah beberes.” Salah satu anak kost Melati menyapa Danu di pagi hari sambil berjalan keluar gerbang.Danu tengah bersenandung sembari menyapu halaman kostnya tempatnya mencari nafkah. Ia sangat rajin saat bekerja, akrab juga dengan para penghuni kost yan

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 7 Kami Pelindung Pakde!

    “Apa kamu bilang, Mas? Kamu berani tolak aku, Mas?” tukas Tina pada suaminya itu.Wanita dengan tubuh cukup berisi tapi padat itu tampak meradang mendengar penolakan yang diberikan oleh sang suami. Wajahnya terlihat sangat marah dan tangannya mengepal sejak tadi.Saat tahu Tina akan masuk, Silvy m

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 6 Wong Banyak Yang Merawat

    Pagi harinya, Danu bangun dari tidur dengan tubuh yang sudah mendingan Untungnya para gadis itu merawatnya dengan sangat baik hingga sakit yang ia rasakan tidak semakin menjadi.Sejak meminum obat yang diberikan oleh Ane tadi malam, ia tenang dan tidur sangat nyenyak. Hingga saat bangun, ia juga l

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 5 Astaga, Pakde!

    Danu mengangkat kedua tangannya saat itu, berusaha untuk tak balik memeluk Amy yang tengah ketakutan. Ia menarik napas beberapa kali sembari terus melirik kanan kiri.Entah bagaimana Danu harus menyikapi hal ini. Harusnya ia sedih, tapi justru mendapat rejeki nomplok. Bergemuruh di hati Danu. Takut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status