"Mau!" Amy justru menjawabnya dengan begitu antusias.Tapi, Danu justru terdiam dan tak bergerak mendengar jawaban itu. Ia masih tak percaya jika Amy sekarang begitu menggebu gebu dengannya.“Pakde, kok diem? Amy… serius.” Gadis itu melekatkan tubuhnya ke tubuh Danu, lalu ia ulurkan tangannya ke dada Danu yang sejak tadi terbuka.“Ngga usah, Neng. Pakde mandi sendiri aja pagi ini. Nanti, kapan kapan kita cari kesempatan, ya?”“Kenapa?” Amy terlihat ingin sekali dibelai dan dipenuhi oleh Danu pagi ini.Amy sudah mulai ketagihan, ingin lagi dan lagi seperti Susan. Siapa tahu, besok mereka akan rebutan.“Iya, maaf. Anu, pakde mau lihat neng Ai dulu. Kamu tahu, mereka bertengkar karena pakde tadi malam. Jadinya, pakde mau minta maaf dan tenangin dia.”Amy terlihat sedikit cemberut, tapi mau tak mau ia anggukkan kepalanya saat itu dan memahami keadaan Danu saat ini.“Tapi, pakde sarapan dulu. Mikirin Ai, nanti Pakde malah sakit sendiri. Bahaya,” ucapnya.“Iya, Neng. Sekali lagi, makasih, y
Read more