“Iya, Pakde. Makanya Lily bingung dan takut. Lily ngga tahu masalah dan maunya apa sekarang. Siapa tahu, kalau Pakde yang kesana, dia mau bicara,” bujuk Lily padanya. “Yaudah kalau gitu. Nanti, coba pakde datang ke kamar dia, ya?” Danu raih bahu gadis itu agar ia sedikit tenang.Lily mengangguk pasrah, dan besar harapannya untuk Danu membujuk Ane kali ini.Tiba tiba Danu melihat Amy yang masuk membawa lauk. Gadis itu tampak sangat ceria, menatap masakannya yang akan diberikan pada Danu.“Loh, Lily di sini?” kaget Amy padanya.“Iya, Kak Amy. Lily minta tolong ke Pakde, buat bujuk Ane.”“Loh, Ane kenapa lagi?” Amy juga kaget, meski kemarin lihat adik kostnya menjadi pendiam. Itu sepi sekali.“Belum ada yang tahu, Kak. Kira kira, kemarin gimana?” Lily kembali bertanya karena Amy yang melihat Ane ketika pulang.Amy sejenak taruh mangkuk sayurnya di meja, dan ia duduk sembari berfikir apa yang janggal ketika Ane pulang kemarin.“Jujur, kemarin itu kak Amy tidak terlalu lihat bagaimana dia
Baca selengkapnya