"Bayu," panggil Selin di sela-sela desahan Mbak Sumi, "angkat kepalamu." Bayu menengadah, menatap majikannya, " Iya, Nyonya?" "Cium aku." Bayu segera bangkit, merengkuh pinggang Selin dan mencium bibirnya dalam-dalam. Di bawah mereka, Mbak Sumi mengerang gelisah, kehilangan sentuhan yang baru saja membawanya melayang. Selin melepaskan pagutan mereka, berbisik di telinga suaminya. "Kamu lihat? Dia hampir sampai di puncak, tapi kamu malah berhenti." Bayu menghela napas berat. "Selin... kamu benar-benar kejam." Selin tertawa kecil, suara yang terdengar merdu namun penuh dominasi. "Aku tahu. Sekarang lanjutkan. Tapi kali ini... miliki dia seutuhnya." Bayu mematung, menatap istrinya seolah tak percaya. "Kamu yakin?" "Aku sangat yakin. Lakukan. Tapi ingat, matamu tetap padaku." Bayu memposisikan dirinya di atas Mbak Sumi. Wanita itu menatap Bayu dengan pandangan sayu, napasnya memburu tak beraturan, menunggu dengan antisipasi yang menyiksa. "Tuan... tolong saya..." bis
Read more