"Iya, Tika?" Bayu yang tadi sedang sibuk melihat layar ponsel, membaca rentetan chat dari Dinda yang terus bertanya kapan dia balik ke rumah nyonya Selin, menoleh ke arah wanita cantik di sebelahnya yang tampak malu malu. "Aku, aku belum bisa balas apa apa atas jasa mas nyelametin nyawaku," ucap Tika, menunduk dengan pipi memerah, entah sejak kapan, dia mulai merindukan sentuhan pria ini. "Kamu nggak perlu mikir buat balas apa-apa, cukup rajin ke sini dan ajarin adikku. Kamu nggak keberatan, kan?" "Enggak, Mas," jawab Tika, keduanya saling bertatapan, suara hujan dan suasana dingin membuat suasana jadi semakin intim secara aneh. Jantung Tika berdebar kencang, dia entah kenapa, merasa siap jika disentuh Bayu malam ini, wajah tampan Bayu dan sentuhan 'tak sengaja' nya sepanjang hari, membuat Tika degdegan bukan main. "Mas...." "Tidurlah, sudah malam banget. Kamu butuh istirahat," ucap Bayu tiba-tiba, lalu berdiri dan meninggalkan Tika. Tika memandang Bayu dengan ekspresi
Read more