Pintu kayu bertuliskan **RUMAH** berdiri di tengah padang rumput yang perlahan memudar.Tidak megah.Tidak dipenuhi cahaya.Hanya sebuah pintu tua dengan serat kayu yang telah dimakan usia. Gagangnya terbuat dari besi hitam yang mulai berkarat, seolah sudah menunggu sangat lama untuk disentuh seseorang.Tidak seorang pun bergerak.Alexander memandangi pintu itu tanpa berkedip.Selama ini ia mengira akhir dari Genesis adalah sebuah mesin raksasa, ruang kendali, atau inti energi yang harus dihancurkan. Namun yang berada di hadapannya hanyalah sebuah pintu menuju sesuatu yang sangat sederhana.Rumah."Kenapa... rumah?" bisiknya.Dr. Elias menghela napas panjang."Karena sejak awal, Genesis tidak pernah diciptakan sebagai penjara."Ia melangkah perlahan mendekati pintu itu."Setiap manusia yang kehilangan seseorang selalu mencari satu hal."Alexander menoleh."Apa?""Tempat untuk pulang."Keheningan kembali memenuhi taman putih.---Noel masih menggenggam pesawat kertas pemberian Lukas.I
Last Updated : 2026-08-11 Read more