Lucas tidak menjawab. Ia melangkah mantap menuju balok start di lintasan sebelah Jeno, lalu membungkukkan punggung dan meletakkan kedua tangannya di tepi balok. Rahangnya mengatup rapat ketika posisi tersebut kembali memicu nyeri tajam di bahu kanannya. Mengabaikan rasa sakit itu, Lucas mengunci pandangannya lurus pada permukaan air. Sementara di sudut bar, salah seorang teman Jeno berdiri dan mengangkat tangan hingga suasana di sekitar kolam seketika berubah hening, menanti satu aba-aba yang memecah ketegangan. "Bersiap...!" Di saat yang bersamaan, Ivy melangkah kembali ke area kolam. Namun, sebelum sempat mendekati meja tempat ponselnya tertinggal, pandangannya terkunci pada dua pria yang sudah berdiri di atas balok start. Di detik itu juga, udara seolah lenyap dari paru-paru Ivy. Matanya terbelalak, dia membeku di tempat ketika pandangannya jatuh pada Lucas yang bersiap melompat ke dalam air. Bahu yang belum pulih benar itu seharusnya membuatnya beristirahat, bukan malah dip
Read more