Langkah kaki itu berhenti tepat di samping Benny. Dari balik payung hitam yang terkembang dengan elegan, sosok Jeno berdiri anggun. Seragam sekolahnya rapi tanpa noda sedikit pun, sangat berbanding terbalik dengan Lucas yang berantakan di bawah kakinya.Jeno menurunkan sedikit payungnya, memandang Lucas dari atas dengan tatapan dingin, campuran antara penghinaan dan rasa puas yang tersimpan rapi."Jeno..." gumam Lucas parau. "Terkejut?" Jeno memiringkan kepala, tersenyum tipis. Lengkung senyum di wajah Jeno tampak begitu tenang—jenis keramahan yang biasa ia tunjukkan di depan publik. Tetapi di mata Lucas, senyuman itu tak ubahnya racun yang mematikan.Pemuda itu berjongkok pelan, menjaga agar ujung celananya tidak terkena air hujan yang ternoda darah."Aku sudah pernah memperingatkanmu, Lucas," bisik Jeno lembut, yang suaranya hanya cukup didengar oleh mereka berdua. "Ada hal-hal di dunia ini yang tidak akan pernah bisa kamu sentuh, sekeras apa pun kamu berjuang. Dan Ivy adal
더 보기