Share

69. Hinaan

Author: Aegiyaa
last update publish date: 2026-08-11 01:01:33
Ivy menarik napas panjang, lalu melontarkan kalimat berikutnya yang tak kalah sinis.

“Jangan pernah salah mengartikan perhatian atau kebaikanku sebagai harapan. Aku tidak mencintaimu. Aku tidak menginginkanmu. Dan kamu… bukan orang yang pantas untuk berada di sisiku. Sehebat apa pun kamu berusaha, itu tidak akan pernah mengubah apa pun!

“Tolong sadar posisi! Kamu itu cuma atlet yang hidup dari belas kasihan sekolah. Bahkan cederamu sekarang saja belum tentu sembuh. Memangnya apa yang akan ka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    105. Be Natural

    Ivy menelan salivanya yang terasa sepahit empedu. Ia sempat mengangkat wajah, seolah masih berharap menemukan celah untuk bernegosiasi dengan Lucas. Namun tatapannya yang tajam menusuk, membuat pelita kecil tersebut padam seketika. Jemari Ivy mencengkeram ujung bajunya, sementara napasnya keluar pendek-pendek dan bergetar. Ia takut terkurung selamanya bersama pria yang membencinya sampai ke tulang. Ia juga tidak bisa mempercayai orang yang sanggup melakukan apa pun demi bisa mengurungnya seperti sekarang. Setiap naluri di dalam diri Ivy meronta. Menolak untuk tunduk kepada pria itu. Hanya saja, bayangan Tante Jasmine memaksanya meruntuhkan semua penolakan yang bergejolak dengan begitu hebat. Jika menuruti Lucas adalah satu-satunya cara agar ia bisa memastikan tantenya baik-baik saja, maka Ivy tidak punya pilihan lain. Kelopak matanya terpejam sejenak. Ia menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian yang entah masih tersisa berapa banyak. Lalu ketika ia kembali membuka mata, de

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    104. Hanya Perlu Patuh

    Cengkeraman tangan Lucas mendarat di lengan Ivy, memaksanya berdiri dengan tarikan kasar yang membuat sendi bahu gadis itu terasa mau lepas. Tanpa memberikan Ivy kesempatan untuk menyeimbangkan diri, Lucas menyeretnya menyusuri lorong menuju kamar tidur utama.​Ivy tersandung-sandung, napasnya putus-putus menahan sakit dan panik, namun cengkeraman Lucas terlalu kuat layaknya borgol besi. Begitu mereka tiba di dalam kamar, Lucas menghempaskan tubuh Ivy ke atas ranjang dengan tenaga penuh.​Tubuh Ivy memantul di atas matras empuk. Matanya membelalak ngeri melihat Lucas berdiri menjulang di kaki ranjang. Pria itu melepas jas mahalnya dengan gerakan lambat yang mematikan, membuangnya sembarangan ke atas lantai. Jari-jari panjangnya kemudian beralih membuka kancing manset di pergelangan tangan, lalu melipat lengan kemejanya hingga sebatas siku.​Melihat pemandangan itu, darah Ivy terasa berhenti mengalir. Bayangan kelam masa lalu berkelebat cepat di benaknya. “Apakah Lucas akan memaksaku

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    103. Mencari Jalan Keluar

    Untuk sesaat Ivy hanya berdiri mematung. Pria itu sedang berbicara dengan seseorang di sebuah foyer kecil yang menjadi penghubung antara ruang makan dan lorong toilet, tetapi kemudian menoleh setelah merasa ada yang sedang memperhatikannya. Begitu mata mereka bertemu, Kevin tampak terkejut. Senyum ramah muncul di wajahnya usai memastikan bahwa ia tidak salah orang. “Ivy?” “Kevin.” Selagi Kevin mendekat, Ivy melirik ke belakang melalui celah bahu dengan ekspresi waspada. “Kebetulan sekali, ya. Kamu ke sini sama siapa?” Kevin melempar pandangannya ke arah meja-meja restoran, lalu kembali menatapnya. “Apa kau dipaksa mengikuti kencan buta lagi, sampai harus jauh-jauh datang ke sini?” tanyanya geli. Ivy tersenyum tipis lalu menjawab, “Tidak, kok. Aku… tidak sedang kencan buta. Kau sendiri?" “Aku habis ada acara. Tapi sekarang sudah selesai. Kau sudah makan? Kalau belum, mau bergabung denganku?” Ivy meremas-remas jarinya sendiri. Tampak gelisah, dan sering melirik ke ara

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    102. Menikah?

    Percakapan di antara mereka—tepatnya antara Lucas dan Yurina, mengalir ringan. Yurina bercerita singkat tentang kesibukannya, mengomentari restoran yang ternyata cukup ramai malam itu, lalu sesekali melontarkan kenangan lama yang membuat suasana di meja mereka tampak seperti pertemuan tiga orang teman yang sudah lama tidak berjumpa.Namun, di sela-sela ocehannya, matanya terus bekerja. Ia memperhatikan gerak-gerik Ivy dengan detail. Mulai dari caranya duduk, ekspresi wajah, juga caranya berbicara yang begitu hati-hati sambil sesekali melirik ke arah Lucas guna melihat respons dari pria itu. “Sebenarnya aku penasaran sesuatu.” Yurina memindahkan pandangannya dari piring berisi makanan ke arah Ivy yang balas menatapnya. “Apa kalian berdua memiliki hubungan khusus yang lebih dari teman?”Mata Yurina menatap Ivy dengan binar keingintahuan yang tajam. Pertanyaannya terdengar ringan, tetapi jelas bukan sekadar basa-basi. Napas Ivy tertahan. Fokusnya tertumbuk pada mata Yurina sedikit lebi

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    101. Reuni Mendadak.

    Yurina berdiri di sisi meja mereka dengan gaun elegan yang membalut tubuh rampingnya dengan sempurna. Ia mendesah pelan, mengerucutkan bibir dengan raut kecewa yang dibuat-buat.“Aku baru saja dicampakkan bahkan sebelum kencanku dimulai. Menyebalkan sekali.” Ia melirik Lucas, lalu tersenyum. “Tapi sepertinya, keberuntunganku tidak seburuk itu. Aku malah bertemu denganmu di sini.”Kalimatnya menggantung ketika pandangan Yurina beralih kepada perempuan yang duduk di seberang Lucas. Wanita itu membeku sesaat. Matanya melebar, sementara satu tangannya spontan menutup mulutnya yang sedikit terbuka, sebelum buru-buru mengubahnya menjadi senyum cerah.“Ya ampun, Ivy? Ini benar kau, kan?”Ivy merasakan jantungnya berdegup keras. Ia mencoba membalas sapaan itu, tetapi senyum yang terangkat di sudut bibirnya terasa kaku dan canggung. “H-hai, Yurina.”“Sudah lama sekali.” Yurina semakin mendekat, matanya menyusuri wajah Ivy sejenak dengan ekspresi penuh keterkejutan yang tampak tulus. “Aku hamp

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    100. Pacar yang Disembunyikan

    Kepanikan dalam suara Ivy memecah keheningan kamar. Namun, Lucas hanya berdiri di sana, menatapnya tanpa sedikit pun rasa bersalah, dingin, dan tenang. ​“Aku tidak melakukan apa-apa.” ​“Lalu kenapa kau bilang nasib Tante Jasmine ada di tanganmu?!” Ivy melangkah maju, dadanya kembang kempis dengan cepat ketika udara yang ia hirup terasa semakin sulit mencapai paru-paru. “Lucas, kalau kau berani menyentuh Tante Jasmine—” ​​“Aku tidak menyentuhnya, Ivy,” sergah Lucas cepat, memotong kalimat Ivy dengan nada datar yang terkesan menyiksa. “Lebih tepatnya belum.” Lucas menyeringai, menikmati ekspresi takut yang menyebar di paras cantik Ivy. “Semuanya tergantung bagaimana sikapmu kepadaku,” lanjut Lucas setelah jeda beberapa saat. ​Lucas mendekat ke arah Ivy. Bayangannya yang tinggi besar, perlahan mengurung gadis mungil itu. Tangannya terangkat, mengusap garis rahang Ivy dengan ibu jari, sebuah sentuhan lembut yang justru terasa seperti goresan duri. Ia sengaja membiarkan kalim

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    6. Kesan Pertama.

    Ivy menghela napas panjang. Ada lingkaran hitam di bawah matanya dan dia sangat mengantuk sekarang. Sambil menguap yang entah sudah ke berapa kali, gadis dengan iris sewarna madu itu membolak-balik asal halaman buku paketnya. Berharap beban yang menggelayuti mata segera terdistraksi sehingga dia bi

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    5. Mimpi yang Menghantui

    Di tepi tempat tidur, Ivy duduk terpaku dengan pandangan kosong tertuju pada lantai kamarnya yang dingin. Perlahan tubuhnya mulai meringkuk. Memeluk lutut dengan kedua tangan gemetar, sementara kesedihan menusuk bersembunyi di bawah kepalanya yang tertunduk dalam. Dalam kesuraman itu, isi kepala

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    4. Hubungan yang Retak

    Lima Belas Tahun yang Lalu. “Ma, aku pulang.” Prang! “Lebih baik kau bunuh aku sekarang juga!” Ivy membeku di ambang pintu menerima sambutan yang tidak biasa itu. Menatap nanar pecahan vas bunga yang berserakan tepat di bawah kakinya, lalu berpindah ke arah kedua orang tuanya yang sedang berte

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    3. Tidak Ada Jalan Keluar!

    "Mau apa kamu! Aku benar-benar akan membunuhmu kalau kau macam-macam!" bentak Ivy ketika Lucas kembali mencondongkan tubuh ke arahnya. “Pinjam sebentar, ya, Cantik.” Hanya dengan sebuah usaha kecil, Lucas berhasil membuat wanita itu membubuhkan cap ibu jarinya ke dokumen yang sengaja dia buat unt

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status