"Tante!" Ivy langsung meletakkan sendoknya, suaranya naik satu oktav. "Pokoknya aku tidak mau! Tante tahu, kan, kalau aku paling benci acara perjodohan seperti ini?" “Ini bukan perjodohan, Ivy. Ini cuma makan malam,” jawab Jasmine santai. Ivy menatapnya tidak percaya. “Tante sendiri yang tadi bilang kencan buta.” “Ya, kencan buta. Bukan perjodohan.” “Bedanya apa?” “Kalau perjodohan, kalian harus menikah. Kalau ini, kalian cuma makan malam.” Ivy terdiam sesaat, menatap tantenya dengan ekspresi lelah. “Tante sedang mempermainkan definisi kata, ya?” Jasmine terkekeh. “Tante cuma mempertemukan dua orang lajang. Soal kalian cocok atau tidak, itu urusan kalian.” “Dan kalau aku tidak datang?” “Tidak masalah.” Ivy mengangkat alis, sedikit lega. Tapi itu sebelum Jasmine melanjutkan kalimatnya dengan tenang. “Tante akan membuang barang-barangmu dari rumah ini. Sana. Cari saja ayahmu.” Ivy mengerang pelan sambil memijat pelan pelipisnya. “Oh, ayolah…” “Jam tuj
Read more