Petugas itu menggeleng sopan. “Maaf, Kak. Hari ini pengunjung sedang membludak. Demi kelancaran antrean, kapasitas maksimal kabin harus terisi penuh.” Ana terpaksa menelan kekecewaan. Melangkah masuk ke dalam kabin, disusul oleh ketiga orang lainnya yang mengekor di belakang. Lucas tadinya ingin memilih kursi di sebelah Ana. Namun, sebelum ia sempat merebut ruang itu, Jeno bergerak lebih dulu menempati sisi kosong yang menjadi tujuan Lucas, seolah semua itu terjadi secara alami. Lucas sempat bergeming di tempatnya, sebelum terpaksa mengalah dengan duduk di sebelah Yurina. Sementara itu, Ana hanya mampu memijat pelipis yang mendadak berdenyut pening. Bahkan sebelum putaran pertama dimulai, rencananya sudah berantakan. Kunci besi berderit berat. Pintu gondola perlahan merapat dan terkunci. Tak lama berselang, kabin mereka mulai tersentak ringan, terangkat meninggalkan peron dan membawa keempatnya naik semakin tinggi di atas langit Wonderland Kingdom. — — — Di dalam g
더 보기