Menjelang siang, Ivy akhirnya tiba di atelier. Suasana di dalam terasa tenang, diiringi aroma khas kain baru dan samar wewangian lavender. Nina sudah lebih dulu berada di sana, duduk di balik meja kerjanya dengan beberapa lembar sketsa yang berserakan di bawah pendar lampu meja. Di sepanjang dinding, deretan gaun tergantung rapi dalam rak kaca. Sebagian sudah tampak anggun dan selesai, sementara sisanya masih menunggu sentuhan detail terakhir. “Kamu terlambat,” sapa Nina tanpa mengalihkan pandangan dari kertas yang sedang ia pegang. Ivy meletakkan tasnya di atas meja kerja lalu menoleh dengan senyum jahil. “Cuma lima menit.” “Lima belas,” koreksi Nina cepat. “Limaaaa.” Nina mendengus pelan, menggeleng-gelengkan kepala. “Terserah, lah. Kan tadi malam jomlo abadi kita habis kencan buta. Jadi kalau hari ini telat, harap dimaklumi.” Ivy terkekeh sambil membuka map berisikan rancangan gaun yang harus mereka kejar hari ini. Namun, Nina jelas belum selesai. Ia memutar k
Read more