Matahari sore di atas Paviliun Teratai membiaskan cahaya keemasan yang menembus tirai-tirai kasa tipis, menciptakan bayangan gemerlap di atas lantai pualam putih. Suasana di dalam aula terbuka itu terasa begitu pekat—bukan oleh kehangatan jamuan teh, melainkan oleh ketegangan yang siap meledak kapan saja.Di meja utama bertahtakan ukiran kayu mahoni, Ibu Suri Soraya duduk dengan anggun, mengenakan jubah sutra ungu tua berlapis bulu rubah putih di kerahnya. Di sisi kanan dan kirinya, keempat Selir Senior dari Paviliun Selatan duduk berjejer dengan busana super mewah, memamerkan perhiasan berlian dan giok yang berkilauan.Selir Zulaikha, putri sang Perdana Menteri, menyesap tehnya perlahan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis."Sudah lewat setengah jam dari waktu undangan, Ibu Suri," ucap Zulaikha dengan suara sengaja dikeraskan. "Rupanya wanita bekas pelayan itu benar-benar tidak tahu tata krama. Mengingat asalnya dari kasta bawah, wajar jika ia mengira jamuan kehormatan
Dernière mise à jour : 2026-08-26 Read More