Dewa menghentikan langkahnya ke kamar mandi, karena mendengar suara Nabila mengaduh kesakitan. "Sayang, kamu kenapa? Mana yang sakit?" Dewa Panik langsung menghampiri Nabila di tepi ranjang. "Nggak apa-apa, Mas, cuma agak gak enak perut nya" cicit Nabila sambil menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan beban berat di perutnya yang semakin menegang. "Gak enak gimana? Apa jangan-jangan kamu udah mulai kontraksi?" "Mana aku tau! Udah sana kamu siap-siap mandi dulu, nanti meeting-nya malah telat! Mungkin ini cuma karena kaget aja tadi." omel Nabila setengah meringis, mencoba mendorong dada bidang Dewa pelan. "Mana bisa aku tinggal kalau kamu kesakitan begini! Udah, meeting-nya urusan belakangan, kita ke rumah sakit sekarang." "Mas Dewa, plis, jangan lebay! Ini mungkin cuma kontraksi palsu biasa. Sana mandi, nanti aku telpon mama kalau udah mulai intens rasanya, di rumah juga banyak orang Diana ada, Bibi, satpam dan kalo nanti ada apa-apa juga kan ada supir, Mas." Dewa menatap istr
Read more