Di dalam kamar Jasmin. Amaya baru saja bisa berhenti tertawa. Diperlihatkan foto-foto lama Dhanadoya dan Reza, diiringi cerita lucu dari Jasmin, membuat segala penat dan beban pikiran Amaya mendadak hilang. “Kak Dhana itu kelihatan garang doang, Kak. Sebenarnya dia baik banget.” Jasmin memuji tanpa henti. “Kalau kata Kak Reza, di kantor dia gak pernah senyum. Cuma ya aku mana percaya, Kak. Soalnya kalau di rumah, Kak Dhana ‘kan gak pernah tuh marah atau masang wajah galak.” Amaya senyum kecil. Dia tidak tahu sifat asli Dhanadoya itu seperti apa, dia hanya tahu kalau Dhanadoya itu dingin, perfeksionis, dan tegas. Ya, kira-kira begitulah yang selalu Dhanadoya tunjukkan di hadapan orang lain, termasuk pada dirinya. Dan sekarang, Amaya tahu sedikit sisi yang lain dari Dhanadoya. Yang tak dia temui di kantor maupun di kediaman Wardhana. “Kamu gak usah muji-muji terus, Amaya juga pasti sudah tahu gimana Dhana.” Reni ikut bersuara. Tatapan teduh dan menenangkan wanita ini tertuju ke Amay
Last Updated : 2026-09-22 Read more