“Risjad, kamu udah berapa tahun kerja sama saya, kenapa kayak gini aja nggak becus? Revisi lagi. Rapikan dalam tiga puluh menit.”Amaya menghela napas pelan, sebelum melempar senyum karir ke hadapan atasannya, dan berkata, “Baik, Pak. Akan saya laksanakan.” Setelah itu, Amaya berbalik dan pergi dari sana.Keluar dari ruangan CEO Wardhana Group yang megah, dada Amaya sesak, dan kepalanya pening bukan main. Sambil menutup pintu kayu jati di belakangnya Amaya menoleh dan menggerutu di depan pintu. “Tiga puluh menit? Dia pikir aku ini penyihir?”Tetapi, hanya itu yang bisa dia lakukan.Karena Amaya tetap berjalan ke kubikelnya, tetap melakukan pekerjaannya.Karena Amaya adalah potret budak korporat Jakarta, yang lelah, stres dan selalu dikejar tenggat waktu. Kalau ditanya apa pencapaian terbesar hidup Amaya, dia akan menjawab berhasil bertahan menjadi sekretaris Dhanadoya selama tiga tahun.Dhanadoya Kusuma Wardhana.Pria paling menyebalkan di muka bumi.Pria itu baru berusia 33 tahun, te
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya