Satu sudut alis Dhanadoya tertarik pelan, menatap diam pada Amaya yang berdiri di depan meja. “Kasih saya alasan yang jelas, kenapa kamu gak ikut?”Amaya menciut. Dihadapkan pada nada seperti itu dari atasannya saja sudah cukup membuat nyalinya kecil, apalagi mengingat kini Dhanadoya bukan sekadar bosnya, pria ini suaminya. Dan, sekarang dia malah minta izin karena tidak mau bertemu mantan gebetannya sendiri.Situasi macam apa ini?Amaya panik melihat tatapan intimidasi dari Dhanadoya. Tapi dia tak punya pilihan, Amaya memilih jujur.“Ya, Bapak ‘kan tahu, Audy itu mantan gebetan saya, Pak.” Amaya menjeda ucapannya sejenak. “Saya malas, Pak. Terus nanti harus ngadepin Bapak yang marah-marah gak jelas kayak terakhir kali ketemu Audy, Bapak ingat, ‘kan?”Melihat Dhanadoya yang diam, Amaya meneguk ludah kasar. Apa keputusannya berkata jujur pada Dhanadoya adalah keputusan salah, ya?“Sebagai atasan," kata Dhanadoya akhirnya, nadanya tegas, tapi tidak terdengar tersinggung dengan ucapan Am
Last Updated : 2026-09-09 Read more