Sore harinya, di kediaman Wardhana.Amaya keluar dari kamar mandi memakai kaus polos longgar dengan celana pendek selutut, dia berjalan tertatih menuju ranjang. Begitu duduk di atas ranjang, tangannya terulur meraih salep di atas nakas. Amaya menekuk kakinya yang sakit, memudahkannya menggapai pergelangan kaki yang terkilir siang tadi.“Ish … kok masih sakit, sih.” Amaya meringis, jarinya menyentuh pelan lebam di kakinya.Napas Amaya berembus pelan. Kenapa lebamnya bisa separah ini, padahal di kantor dia sudah berusaha tak banyak bergerak.Amaya membuka penutup salep, sebelum sempat mengobati kakinya, Amaya mendengar suara pintu kamar terbuka.Tatapan Amaya tertuju ke pintu, melihat Dhanadoya masuk ke dalam kamar dengan masih memakai kemeja hitam yang dipakainya tadi.Dhanadoya berjalan dengan langkah tegak, menatap ke arah Amaya yang ada di atas ranjang.Dhanadoya menghampiri, berdiri di dekat Amaya duduk dengan mata yang menyorot ke kaki Amaya.Kedua alis Amaya berkerut melihat dia
Last Updated : 2026-09-17 Read more