Nadia berjalan ke meja rias, membuka laci paling bawah, dan mengeluarkan flashdisk kecil berwarna perak. Sudah setahun lebih ia menyimpannya, terbungkus kain beludru. Isinya: laporan keuangan kuartal ketiga, daftar vendor yang belum dibayar, salinan kontrak dengan tiga mitra utama, dan yang paling berharga, rencana ekspansi cabang baru di Surabaya yang masih dalam tahap rahasia. Jika data ini jatuh ke tangan pesaing, proyek itu bisa gagal total. Arka akan kehilangan muka di depan dewan direksi. Mungkin bahkan posisinya sebagai CEO terancam. Nadia memandangi flashdisk itu, lalu menutup laci dengan pelan. Tidak ada jalan kembali.Hari berikutnya, sesuai kesepakatan yang dilakukan oleh Ndaia dan Wijaya. Tanpa mobil, ia memesan taksi online dari ponselnya, tapi meminta supir berhenti dua blok dari rumah. Langkahnya cepat, menghindari genangan, berusaha tidak menimbulkan suara.Taksi yang ia pesan datang tepat waktu. Nadia masuk ke kursi belakang, memberi alamat kafe di Kemang. Sepanjang p
Última atualização : 2026-08-23 Ler mais