Labelnya bertuliskan tangan dengan aksara kuno, tulisan Jawa yang sulit dibaca, tapi Ghea bisa mengenali beberapa kata, "jawa" dan "kesuburan". Di bagian bawah label, ada tulisan kecil yang ia baca dengan susah payah: *"Untuk buah hati yang dinanti"*.Ghea memutar botol itu di tangannya, merasakan beratnya. Cairan di dalamnya berwarna coklat kehitaman, seperti sirup herbal tua. Botol itu sudah setengah kosong, seolah sering digunakan selama bertahun-tahun.Dan tiba-tiba, Ghea teringat. Selama lima tahun pernikahannya dengan Arka, pernikahan yang sekarang sudah hancur oleh skenario keluarga suaminya, Bu Ratna pernah menuangkan beberapa tetes cairan dari botol ini ke dalam teh jamu yang ia minum setiap sore, ketika sang mertua menginap di rumah ini. "Minumlah, Nak," kata Bu Ratna dulu dengan senyum lembut. "Ini obat herbal untuk menjaga kesehatanmu. Sangat baik untuk calon cucuku kelak."Ghea ingat bagaimana ia meneguk teh jamu itu tanpa curiga, percaya bahwa Bu Ratna benar-benar pedul
Última atualização : 2026-09-06 Ler mais