Tengah malam tiba dengan keheningan yang mencekam di rumah Adhitama. Bulan bersinar terang di balik jendela kamar utama, menciptakan bayangan perak yang menari di atas lantai marmer. Nadia terbangun dari tidurnya yang gelisah, matanya terbuka lebar di tengah kegelapan. Nadia duduk perlahan, mencoba menyesuaikan matanya dengan kegelapan. Matanya mencari-cari di setiap sudut ruangan, dan akhirnya menemukan sosok Arka berdiri di dekat jendela balkon yang terbuka lebar. Pria itu berdiri membelakanginya, tubuhnya kaku dan tegang, hanya diterangi oleh cahaya bulan yang pucat. Angin malam berhembus pelan, menggerakkan ujung kemeja putihnya yang tipis.Dengan hati-hati, Nadia turun dari ranjang dan berjalan mendekati Arka. Kakinya yang telanjang tidak bersuara di atas lantai dingin. Dia mendekati pria itu dari belakang, lalu merentangkan tangannya untuk memeluk pinggang Arka dengan lembut."Arka, sayang... kenapa kamu tidak tidur?" bisik Nadia, suaranya penuh dengan kelembutan dan kekhawatir
Last Updated : 2026-08-08 Read more