Sementara itu, di rumah asri milik Devan di pinggiran Jakarta, suasana yang sangat berbeda sedang terjadi. Dapur rumah itu dipenuhi oleh aroma kue yang baru dipanggang—aroma vanila dan kayu manis yang menciptakan kehangatan yang menyenangkan. Ghea berdiri di depan meja kayu, tangannya masih berlumuran tepung, dan di hadapannya, sebuah kue berbentuk sederhana namun rapi tersenyum di atas piring."Sudah jadi, Nek!" seru Ghea, suaranya penuh kegembiraan yang sudah lama tidak dia rasakan. Dia mengangkat piring itu dengan hati-hati, menunjukkan kue itu kepada Nenek Ratih. "Lihat! Aku berhasil!"Nenek Ratih duduk di kursi dekat jendela, wajahnya yang keriput tersenyum lebar. "Bagus sekali, Nak. Kamu memang berbakat membuat kue, seperti ibumu dulu."Ghea tersenyum, merasakan kehangatan yang menyebar di dadanya. Dia sudah lama tidak merasakan kebahagiaan seperti ini—kebahagiaan yang sederhana, tanpa beban, tanpa dendam. Di rumah sederhana ini, bersama Nenek Ratih, dia merasa seperti kembali
Última atualização : 2026-09-19 Ler mais