Diana kembali ke lantai satu ke area gamezone. Ia mengkhawatirkan si kembar, sebab firasatnya mengatakan bahwa merekalah yang ribut dengan Ruby. Di sana, Diana melihat kedua putranya yang tengah ditenangkan oleh pada pengasuh mereka. "Theo, Leo...." Diana menghampirinya dengan langkah cepat. "Mama...." Kedua anak itu langsung memeluknya dengan erat. "Kalian baru saja bertengkar, ya?" tanya Diana menatap wajah mereka berdua. "Kenapa, Sayang? Ya ampun, Leo sampai menangis begini?" “Ada kakak-kakak yang nakal, ambil boneka yang sudah Leo pilih, Ma," ujar anak itu sambil memeluk erat tubuh Diana. "Ya ampun, Sayang ... boneka 'kan sangat banyak, Nak. Tidak hanya satu, Leo bisa memilih yang lain," ujar Diana mengusap kepala si kembar. "Theo dorong kakak itu sampai jatuh, Ma," sahut Theo dengan wajah marah. "Habis, dia bilang kalau Theo dan Leo tidak punya Papa! Padahal Papa 'kan sedang kerja di luar negeri!" Mendengar ucapan Theo dengan wajah murung, Diana tahu mengapa anak-
Read more