Diana terjaga malam ini. Kedua matanya terasa sulit untuk terpejam. Sejak tadi ia terus memikirkan hal yang membuatnya was-was dan takut. Di pelukannya, si kembar sejak tadi juga tidak kunjung tidur. Anak-anak itu mendongak menatapnya. Theo menyentuh pipi Diana dengan telapak tangannya yang kecil dan terasa hangat. "Mama belum mengantuk juga, ya?" tanya Theo pada sang mama. Diana menatap mereka berdua, lalu tersenyum lembut. "Iya, Sayang. Mama belum bisa tidur," jawabnya sembari menarik selimut menutupi tubuh si kembar. "Emm ... apa Mama memikirkan Papa?" tanya Leo tiba-tiba. Anak itu tersenyum manis hingga pipi gembilnya memerah. "Mama pasti rindu sama Papa 'kan? Seperti kembar!" "Hemhh, Papa tidak asik! Lama sekali perginya. Kenapa harus seratus tahun? Memangnya seratus tahun itu seberapa lama, Ma?" Dengan polosnya Theo bertanya pada Diana. Diana sejak awal menjelaskan pada mereka bahwa Papa si kembar pergi bekerja di luar negeri, sangat lama sekali sampai seratus tahu
Read more