Seharian penuh Leo lengket pada Dayana. Anak itu benar-benar tidak mau mendekati Dominic sedikitpun. Sampai malam, Leo tidur bersama Dayana di dalam kamar utama di ruang tamu. "Mama, Leo bobo sini ya, Ma. Jangan dipindah-pindah, Leo mau bobo sama Mama. Nanti kalau bertemu Papa ... Papa pasti marah-marah lagi," cicit anak itu sambil berbaring dan memeluk Dayana, menatapnya dengan puppy eyes yang sedih. "Bersama Mama, tidak akan ada yang berani memarahi Leo!" seru Dayana. Anak itu langsung terkikik geli. "Iya, Ma. Asyikk...." Saat itu juga, Leo memeluk lengan Dayana dengan erat. Dayana tersenyum hangat mengusap pucuk kepala Leo. "Tidur ya, Sayang. Mama akan peluk Leo." "Iya, Ma." Leo langsung memejamkan kedua matanya dan anak itu langsung tertidur lelap. Cukup lama Dayana mengusap-usap kepala Leo. Wanita itu menatap wajah Leo lama-lama. Dayana teringat saat masih bayi, di antara Theo dan Leo, memang Leo yang sering sekali menangis. Dayana harus menggendong pagi, siang, malam,
Baca selengkapnya