BRAKKK BRAKKK BRAKKK BRAKKK ….Disusul suara jatuh beruntun, seperti jatuh di anak tangga. Dan benar, Anna jatuh dan terguling ke bawah.“Anna?!” Mata Arga membulat sempurna mendengarnya.Jantung Arga mencelos. Tanpa memedulikan David yang masih menahan satu musuh, dia langsung berlari kencang, melompati bingkai jendela kaca yang sudah dibobol paksa.Begitu masuk, Arga menajamkan sorot matanya, bergerak secepat kilat mengikuti instingnya.“Anna! Di mana kamu?!”Arga yang masih buta dengan tata letak sakral di rumah itu memilih mencari dalam kegelapan.“Akhhh!” Pekikan Anna kembali terdengar dari arah ujung tangga. Napasnya tersengal lemas, kepalanya pusing dan rasa nyeri disekujur tubuh membuatnya tak bisa leluasa bergerak. Air matanya mengalir dan menyesal karena terlalu keras dengan egonya. Jika membiarkan Arga menginap di rumahnya, mungkin dia tak akan begini. Lalu, bagaimana dengan anak-anak di atas? Kenapa suara Yuna sama sekali tak terdengar? Bagaimana kalau terjadi apa-apa? A
Read more