“Miri, kenalin. Ini adikku, Arman Arkani. “Arman, ini Miri. Anaknya Sara,” ucap Seno, menunjuk pria di hadapannya.‘Adik? Di mana aku pernah mendengar nama itu?’ Miri bergumam dalam hati.Pria yang duduk di seberang Seno terbatuk-batuk, menutupi mulutnya dengan serbet. Matanya liar menatap ke segala arah menghindari pandangan Miri. Daun telinganya semerah saus pasta.Arman Arkani mengangkat tangan kiri, berpura-pura mengelus pelipis untuk menyembunyikan wajahnya. Kecanggungan yang muncul di antara mereka luput dari mata Seno, yang sibuk oleh euforia karena segelas tiramisu lezat. “Silakan menikmati tiramisunya, Pak. Ini Miri yang buat,” ucap Jihan memecah keheningan.“Oh,
Baca selengkapnya