“Kita antar kamu ke rumah sakit sekarang, ya, Mir. Kemal bawa mobil. Nenekmu dibawa ke mana?” tanya Jihan, menggenggam bahu Miri erat.“Mbok Citra bilang di Medika Aruna,” jawab Miri lirih, matanya masih menatap kosong.Jihan melemparkan pandangan pada Kemal, yang segera menangkap sinyal dari mata sahabatnya. Meski tanpa kata, mereka dapat saling memahami. Kemal berbalik, mempercepat langkah ke arah Seno dan Sara yang sedang duduk berdua di meja mereka. Setidaknya, seseorang harus memberitahu situasi darurat ini kepada empunya acara.“Kemal, biar aku aja yang pamit ke Om Seno–” gumam Miri.“Nggak usah, Mir. Biar Kemal aja. Setelah ambil tas, kita jalan ke mobil dulu. Oke?&
Read more