“Harus, ya, kita datang ke acara reuni begini?” keluh Kemal, menyusul langkah Jihan dan Miri melewati gerbang sekolah mereka.“Yang semangat, dong, wahai Kemal sang ‘high quality jomblo’! Kamu sendiri yang cerita kalau Lebaran nanti udah harus bawa calon, kan?” goda Jihan, menarik lengan Kemal agar berjalan lebih cepat.Miri tersenyum memandang tingkah dua orang sahabatnya. Bila dapat bicara jujur, ia akan menanyakan hal yang sama dengan Kemal. Jika bukan karena Jihan menyemangatinya untuk hadir, hari itu Miri akan tidur seharian di rumah.Jihan berjalan di tengah, merangkul lengan Miri di sisi kanan dan Kemal di kirinya. Langkahnya mantap, bersama dengan musik yang menyambut kedatangan mereka.“Cari jodoh nggak di reuni sekolah juga, sih. Yang datang juga teman-teman sendiri dan senior yang kelewat tua,” protes Kemal.“Justru itu jadi ajang yang tepat untuk menjalin silaturahmi, kan? Siapa tahu mereka bisa mengenalkanmu pada sepupu atau keponakannya,” bantah Jihan.Keduanya masih ber
Read more