"Kenapa nggak nunggu gue datang sih? Lo nggak tau kalau gue khawatir …"Kafka menyeruput segelas kopinya, menatap wajah lekat Olivia di hadapannya. Gadis itu sedang memakan indomie kuah dengan dua telur. Kafka baru tau ternyata kalau Olivia makan indomie harus extra telur dua. Sebenarnya bukan masalah, tapi untuk dirinya yang terbiasa makan porsi normal, itu agak tidak wajar.Olivia mendongak sedikit, pipinya terlihat menggembung penuh makanan. "Apa …""Lain kali jangan kayak gitu, kalau gue hubungin lo, wajib diangkat. Nggak ada alasan apapun." "Hm …"Kafka menaikkan kedua alisnya ke atas, "Yang bener, Liv, gue nggak akan mentoleransi hal kayak gini lagi. Paham, nggak?"Olivia enggan menjawab, dia sibuk menghabiskan indomie kuahnya yang kini tersisa hanya kuah dan setengah telur. Kafka memilih menyandarkan punggungnya, menghela nafas berat. Tangannya naik ke atas, memijat pelipisnya. Kepalanya sedikit pening, akibat kurang tidur.Sejak kemarin camping Kafka memang kurang tidur, sema
Read more