“Gue curiga deh sama lo, Liv.” Olivia yang merasa dituduh langsung memutar bola mata malas.“Kenapa?” ujarnya menatap Sarah. Hari pertama sudah dianggap curiga. Bagaimana besok besoknya?Sarah bergeser, berbicara pelan. “Soal Kafka narik tangan lo, itu lagi jadi bahasan di sekolah.”Gerakan tangan Olivia yang tadi sedang menulis langsung terhenti, wajahnya pias tapi ia berusaha menetralkan, “Tiba-tiba banget?”“Ya lagian aneh, masa lo ngga sadar?” Tanya Sarah, ia menggeser bukunya mendekat ke meja Olivia sambil mencondongkan tubuhnya. “Kafka tuh manusia yang paling nggak bisa dideketin, bisa-bisanya dia pas ngeliat lo langsung narik lo gitu, kepincut sama lo deh kayaknya?”“Gue?”Mana mungkin!Sarah berseru, “Kafka kemarin beda banget auranya.”Olivia mendorong wajah Sarah yang ia rasa terlalu menutupi setengah buku catatannya. “Aura atau aur-auran? Jangan aneh.”Sarah langsung berbisik, takut teman lain mendengar pembicaraan mereka. “Gue serius, Liv ...” Sarah menjeda ucapannya kar
Last Updated : 2026-06-12 Read more