Kafka membuka kelopak matanya perlahan, samar-samar cahaya masuk ke dalam retinanya. Sedikit demi sedikit Kafka mulai bisa menyesuaikan hingga kedua matanya terbuka sempurna. Dia memegang kepalanya, masih sedikit pusing tapi tidak separah sebelumnya.Pandangannya mengedar, di sekelilingnya tidak ada siapa pun. Sejeka tubuh Kafka kakuu, berubah memutar balik kejadian yang menimpanya sebelum semua memburam.Kafka berkendara bersama Olivia, saat sampai di jalan menanjak menuju apartemennya tiba-tiba semua gelap. Sepertinya Kafka benar pingsan, terbukti di tangan kirinya terdapat jarum suntik yang bermuara di botol infus.Ah, pasti Ayahnya datang ke sini.Kafka mencoba menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang, tangan kanannya meraih ponsel di meja, mengecek cctv apartemennya. Sejenak tidak ada yang aneh, hanya Kafka dibopong masuk dengan dua satpam diikuti Olivia di belakangnya, tak lama datang Rio dan seorang Dokter.Sepertinya Olivia menghubungi Rio, inisiatif gadis itu bagus juga
Read more