Kafka datang ke sekolah dengan wajah lebih cerah dibanding hari-hari sebelumnya. Rio yang menyadari perubahan Kafka langsung mengetahui ada sesuatu yang disembunyikan darinya. "Kenapa sih, Kaf? Beda bener lo hari ini." Kafka yang sedang duduk di kursi hanya diam, sesekali menundukkan wajahnya lalu tersenyum lebar sekali. Sampai membuat Rio meringis. "Jatuh cinta lo, ya?" tebak Rio. "Atau, udah nembak dia?" Kafka menoleh ke belakang, memukul kepala Rio dengan buku catatan milik cowko itu. "Berisik, bego!" "Lagian lo nggak jelas banget dari tadi, cengar cengir. Kesurupan setan sekolah lo, ya." Kafka kembali membalikan badannya, melirik tempat Olivia duduk yang masih kosong. Rio yang menyadari arah tatap Kafka, langsung mengangguk paham. "Kan, bener. Kesambet setan dari kelas ini sih." "Nggak." "Terus?" "Nggak ada terus-terus." Olivia memasuki ruang kelas dengan jaket berwarna putih, wajahnya ditutupi menggunakan masker. Saat dia menatap sekeliling kelas, matanya bersitatap deng
Read more