Miranda tidak menjawab, dia turun dari ranjang lalu mengenakan pakaian dan tergesa pergi dari kediaman Rolan.Tidak peduli Rolan memanggilnya, langkahnya terus terayun dengan perasaan yang tidak menentu.Di lobi, taksi yang dia pesan sudah menunggu dan segera masuk.“Astaga memalukan, ngapain aku tadi? Besok pasti malu ketemu,” gumam Miranda. Miranda akhirnya tiba di apartemen, membasuh tubuhnya dan berbaring usai mengenakan pakaian.Bayangan kejadian penuh gairah tadi, berputar-putar di benaknya. Perasaannya campur aduk, bahagia, malu juga merasa tidak nyaman.Wanita itu merasa rendah diri, hanya tamatan SMA dan bukan dari keluarga kaya seperti Rolan. Meski dulu dia berasal dari keluarga kaya, tetapi tidak setara dengan Rolan yang konglomerat.‘Mana mungkin Tuan mencintaiku dengan tulus, dia konglomerat, aku konglomelarat. Lagian, cincin untuk orang yang dia suka udah dibeli,’ pikir Miranda.Miranda mengubur dalam-dalam perasaan yang menurutnya tidak pantas, enggan terluka untuk ked
最終更新日 : 2026-07-15 続きを読む