Rolan dengan tidak sabar melucuti semua pakaiannya, tidak ada selembar benangpun yang menutupi tubuhnya.Puas dengan posisi itu, Rolan mengambil posisi duduk, membiarkan Miranda berada di atas tubuhnya dan memegang kendali.Posisi jongkok dan mulai menaik turunkan tubuhnya, tubuh Rolan merasakan kenikmatan luar biasa.“Mmmm, aaaah … lebih cepat, Sayang,” erang Rolan.Rilan memegang pinggul Miranda, membantu naik turun lebih cepat. Benda tumpul yang keras dan besar itu terasa sedang menumbuk leher rahim, membuat Miranda bergerak semakin liar.“Oooh … aku ga kuat,” ucap Miranda dengan suara parau. “Tunggu aku, Sayang,” kata Rolan.Rilan segera mengganti posisi, tubuh Miranda berada di bawah dengan kaki terbuka.“Cepat, Yang,” rengek Miranda.“Iya, Sayang,” balas Rolan.Rilan memasukkan kembali dan bergerak maju mundur, lebih cepat … lebih cepat lagi.“Aaah, Aaaah!” seru Miranda lalu menutup mulutnya sambil menggigit bibir dan menghempas kepalanya.“Ssssh, mmmmph,” desah Rolan sambil me
最終更新日 : 2026-07-24 続きを読む