Partager

44

Auteur: Dinara Sofia
last update Date de publication: 2026-07-21 20:53:18

Kakak perempuan Bayu yang materialistis itu, tidak sudi membiarkan Miranda menikmati kebahagiaan dan kemewahan di atas penderitaan keluarga mereka. Jika keluarga mereka harus hancur dan menjadi sampah di mata masyarakat, maka Miranda sebagai mantan anggota keluarga juga harus dipaksa masuk ke dalam lumpur penderitaan yang sama.

“Kamu harus pergi meminta ampun pada Leni itu urusan belakangan. Sekarang, fokus utama kita itu, nyeret si Miranda biar ikut hancur bersama kita,” ujar Erna dengan nada
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Dekapan Mantan Majikan   48

    “Anda salah paham, aku sama sekali tidak pernah merendahkan Mira,” balas Rolan.“Anda mungkin tidak, tetapi keluarga Anda akan melakukannya. Satu lagi, putusan perceraian belum ada. Jangan merusak nama baik adikku, aku tidak mau ada yang menghina dia sebagai perempuan murah,” tukas Aris lagi.“Baiklah, saya pamit. Maafkan atas kelancangan saya,” pamit Rolan.Lelaki itu pergi, wajah Miranda tampak sedih meski dia tersenyum yang dipaksakan.“Mukamu serem amat kayak kuburan angker. Ayo temani Kakak, sekalian makan,” ajak Aris sambil menggoda adiknya “Eeeh, enak aja. Cantik begini dikatain kuburan angker,” protes Miranda sambil mendelik.Mereka kemudian memilih makan malam, barulah berbelanja pakaian, tidak lupa peralatan lain yang dibutuhkan, termasuk makanan ringan.Miranda membeli semua makanan yang sudah lama dia idamkan, Aris hanya tertawa kecil melihat adiknya memilih banyak sekali makanan ringan, buah dan cake kegemarannya. “Kulkasmu mana muat sebanyak itu, nanti kalo abis beli l

  • Dekapan Mantan Majikan   47

    “Tuan, maaf … saya sibuk,” kata Miranda dingin.Rolan menghela napas, dan meninggalkan Miranda di ruangannya. Gagal sudah usahanya berbaikan dengan Miranda, dia menuju ke lobi karena Susan sudah menghubunginya untuk rapat.‘Biasanya perempuan suka hadiah, sebaiknya aku beri hadiah nanti malam,’ pikir Rolan.Miranda menjalankan aktifitas seperti biasa, sibuk dengan berbagai berkas dan dokumen. Serta mengatur jadwal rapat serta janji temu dengan klien. Sore harinya, selepas jam kerja, Aris menjemput adiknya dan menunggunya di lobi. Lelaki itu mengamati setiap orang yang lalu lalang dan memperhatikan setiap dekorasi perusahaan elit tersebut.“Kakak!” seru Noranda setengah berlari.“Pelan-pelan, haih … kau ini udah dewasa masih suka lari-lari.” Aris menjentik dahi adiknya “Aaw, sakit tau. Dah lah,” ucap Miranda pura-pura merajuk.“Udah tua kok merajuk, ayo pulang,” ajak Aris sambil tertawa kecil.Kedua kakak beradik itu menuju mobil dan meninggalkan kantor, tepat ketika mobil yang memba

  • Dekapan Mantan Majikan   46

    “Nona, sepertinya Anda salah paham. Seperti yang Anda lihat, bukankah saya sibuk dengan pekerjaan saya? Apakah tampak menganggur hingga memiliki waktu luang menggoda calon suami Anda?” tanya Miranda dengan nada dingin.“Cih, kau bisa menggodanya ketika mengantar laporan. Jangan kira aku gak tau trik murahanmu,” jawab Stella.“Agaknya rumah sakit memang berbeda dengan perusahaan, apa Anda tahu jika berkas dari meja saya diantar petugas administrasi ke meja Tuan Rolan? Tentu saja tidak tahu, karena sibuk mencari celah orang lain.”“Dengar Nona Stella yang terhormat, saya adalah pekerja di sini … bukan untuk menjual tubuh. Waktu sangat berharga, jika tidak ada pembicaraan penting, silakan pergi.” Miranda membuka pintu sambil menatap Stella.“Dasar kau jalang, perempuan hina. Penggoda!” teriak Stella marah.Ketika edua mata Stella terbelalak, bibirnya bergerak tetapi tidak.bisa mengucapkan kata apapun. Rolan menatapnya tajam, bahkan seolah akan mengulitinya hidup-hidup.Miranda menoleh da

  • Dekapan Mantan Majikan   45

    “A-Aris,” ucap Sari terbata.Sari, Erna dan Bayu ketakutan melihat Aris datang, Rolan terkejut lelaki yang bersama Miranda tadi malam bisa berada di kantornya.“Sebaiknya kau tidak perlu ikut campur urusanku, pergi!” usir Rolan.“Kakak!” seru Miranda lalu memeluk Aris dengan tubuh sedikit gemetar.“Tutup mulutmu, kau yang jangan ikut campur. Jangan kira karena kaya kau bisa sesukamu.” Aris menatap tajam Rolan.Sikap Aris penuh wibawa dan aura pemimpin yang kuat, mengusik sifat Alpha dari Rolan. Aris menatap Sari, Erna dan Bayu yang tertunduk. Ketakutan dengan hadirnya lelaki itu.“Kalian keluarga lintah … bertahun aku diam, ternyata adikku kalian jadikan sapi perah. Sekarang, tepati janji kalian!” hardik Aris marah.“Aris … kasih keringanan. Semua yang dilakukan Mira karena kesadaran sendiri, gak ada paksaan. Iya kan, Mir,” kata Sari.“Oh, Anda kira aku bodoh? Kalo memang adikku sukarela, kok dia tuntut untuk kembalikan uang yang dia keluarkan?” tanya Aris dingin.“Itu karena adikmu

  • Dekapan Mantan Majikan   44

    Kakak perempuan Bayu yang materialistis itu, tidak sudi membiarkan Miranda menikmati kebahagiaan dan kemewahan di atas penderitaan keluarga mereka. Jika keluarga mereka harus hancur dan menjadi sampah di mata masyarakat, maka Miranda sebagai mantan anggota keluarga juga harus dipaksa masuk ke dalam lumpur penderitaan yang sama.“Kamu harus pergi meminta ampun pada Leni itu urusan belakangan. Sekarang, fokus utama kita itu, nyeret si Miranda biar ikut hancur bersama kita,” ujar Erna dengan nada suara yang teramat dingin dan penuh dendam.“Maksud Mbak Erna bagaimana? Kita kan sudah kalah di pengadilan dan di media sosial,” cakap Bayu dengan dahi berkerut cemas.Erna mengulas senyuman paling licik di wajahnya, lalu merogoh ponselnya dan menyalakan kamera depan untuk merekam sebuah video singkat berdurasi beberapa detik.Di dalam video itu, dia memperlihatkan wajahnya yang sembab, bersanding dengan Sari yang dipaksa berakting lemas seolah sedang sakit sakitan menahan beban hidup, dengan s

  • Dekapan Mantan Majikan   43

    Rolan marah-marah di mobilnya, supirnya hanya diam dengan pandangan lurus ke depan. Bahkan bernapas saja selembut mungkin, khawatir jadi sasaran amarah majikannya.“Apa maunya perempuan ini? Kenapa sulit sekali dipahami dari buku hukum yang aku baca? Menurutmu, apa yang membuat wanita begitu menyebalkan?” tanya Rolan dengan nada kesal.“Menyebalkan? Oh … biasanya kalau istri saya marah itu gara-gara lupa tanggal pernikahan, tanggal ulang tahun, lupa hari spesial, gak like foto dia, saya gak sengaja like potongan perempuan lain, gak posting foto dia, gak gandeng tangannya.”“Biasanya sih beberapa hal yang bikin dia ngamuk, kalo saya ga mau gandeng dia, katanya kayak gak ngaku suami istri, Tuan. Trus, kalo saya bilang geser dikit duduknya, dia bakal pindah duduk ke teras tetangga,” jawab supir Rolan panjang lebar.“Banyak sekali,” keluh Rolan sambil menatap ke samping.“Itu belum seberapa, Tuan. Masih banyak lagi, yang paling sadis kalau kita dideimin trus suruh mikir sendiri apa kesala

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status