Teilen

Bab 13 : Diusir

last update Veröffentlichungsdatum: 29.09.2026 23:58:34

"Memangnya Mayaka ini tidak pernah benar di mata Ibu?"

Suara Mayaka bergetar.

Ibunya terdiam beberapa detik, tetapi bukannya melunak, wajahnya justru semakin keras.

"May, memang perkataan Ibu, di kamu juga pernah kamu dengar?"

Mayaka mengusap sudut matanya.

"Maksud Ibu?"

"Keluarga pria yang kamu tolak itu masih menunggu."

Mayaka langsung mengangkat wajah.

"Terus?"

"Ibu akan menghubungi mereka."

Jantung Mayaka seolah berhenti sesaat.

"Menghubungi untuk apa?"

"Ibu akan bilang kamu ber
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Dibuang Perintis Dinikahi Pewaris   Bab 29 : Perlakuan Manis Dari Raka

    Raka yang sedang mengambil gelas air putih menoleh. “Berkeliling ke mana?”Mayaka menatapnya seolah pertanyaan itu tidak seharusnya diajukan.“Ke meja para tamu penting, tentu saja. Kita datang sebagai perwakilan kantor pusat. Setidaknya, kita harus menyapa beberapa orang yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan.”“Oh.” Raka mengangguk santai. “Kalau begitu, mari kita mulai.”Mayaka sedikit terkejut melihat betapa mudahnya pria itu menyetujui perkataannya.Biasanya, setiap kali ia memberikan instruksi kepada Raka di pabrik, teknisi itu selalu punya jawaban yang terkadang membuatnya ingin menghela napas panjang. Namun, malam ini pria itu justru terlihat sangat kooperatif.Mayaka bangkit dari kursinya, merapikan busana yang dikenakannya, lalu memastikan kartu identitas perusahaan yang dibawanya masih tersimpan di dalam tas.Saat hendak melangkah, Raka tiba-tiba berdiri di hadapannya.“Tunggu sebentar.”Mayaka mendongak. “Ada apa lagi?”Raka tidak langsung menjawab. Ia justru memp

  • Dibuang Perintis Dinikahi Pewaris   Bab 28 : Lirikan Dari Mantan

    Hans berjalan perlahan di samping istrinya, menyambut tepuk tangan dan senyuman para tamu yang berdiri di sepanjang jalan menuju pelaminan. Senyum ramah terus menghiasi wajahnya. Sesekali, ia mengangguk atau membalas sapaan kenalan yang hadir di acara pernikahannya.Dari luar, Hans tampak seperti pengantin pria yang bahagia.Namun, di tengah langkahnya, pikirannya tiba-tiba teringat pada sesuatu yang sempat dibacanya beberapa jam sebelum acara dimulai.Daftar tamu undangan.Sore tadi, ketika memastikan susunan tempat duduk para tamu penting, Hans sempat memeriksa daftar perwakilan perusahaan yang hadir. Sebagai pengantin pria yang juga memiliki sejumlah relasi bisnis, ia ingin memastikan setiap tamu mendapatkan tempat yang sesuai.Semuanya berjalan biasa saja sampai matanya berhenti pada satu nama.Mayaka.Nama yang sudah bertahun-tahun tidak lagi memiliki tempat dalam kehidupannya, tetapi tetap tersimpan di sudut ingatannya.Mantan kekasihnya.Perempuan yang pernah menemaninya selama

  • Dibuang Perintis Dinikahi Pewaris   Bab 27 : Kalung Untuk Mayaka

    Siska memperhatikan kalung yang berada di tangan Raka. Alih-alih menunjukkan kekaguman, perempuan itu justru menyipitkan mata, kemudian tersenyum miring.“Wah, kalungnya cantik juga,” komentarnya. “Tapi, kalau boleh jujur, model seperti ini sekarang banyak dijual di toko perhiasan biasa. Bahkan, di toko aksesori dekat rumah saya juga ada yang mirip.”Mayaka mengernyit tipis.Ia tidak menyangka Siska akan mengomentari perhiasan itu dengan nada meremehkan, padahal perempuan tersebut bahkan belum melihatnya dari dekat.Siska menyilangkan tangan di depan dada, kemudian melirik Raka dari ujung kepala hingga ujung kaki.“Maaf, ya, saya bukan bermaksud merendahkan. Hanya saja, melihat penampilan Anda, saya rasa kalung itu tidak mungkin asli.”Senyum di bibirnya semakin lebar.“Jangan-jangan, Anda sengaja membeli perhiasan imitasi supaya terlihat seperti pria kaya di depan mantan kekasih Bu Mayaka. Apalagi ini acara pernikahan mantannya. Saya bisa memahami kalau Anda ingin membuat seseorang t

  • Dibuang Perintis Dinikahi Pewaris   Bab 26 : Sayang?

    Siska berhenti tepat di hadapan Mayaka. Senyum ramah menghiasi wajahnya ketika ia mengulurkan tangan.“Bagaimana kabarmu, Mayaka? Sudah lama sekali kita tidak bertemu.”Mayaka menyambut uluran tangan itu dengan sopan. “Baik, Bu Siska. Bagaimana dengan Ibu?”“Baik juga.” Siska melepaskan genggamannya, lalu mengamati wajah Mayaka dengan tatapan penuh selidik. “Oh, ya, aku dengar kamu masih bekerja di Rajawali Jaya Group. Sekarang sudah naik jabatan, bukan?”Mayaka mengangguk tipis. “Iya, saya sudah menjadi QC senior.”“Wah, hebat sekali!” seru Siska. Namun, nada suaranya terdengar lebih seperti basa-basi daripada pujian tulus. “Dulu, waktu aku masih menjadi atasanmu, kamu memang rajin. Sayang sekali, setelah aku dipindahkan ke divisi luar kota, kita jadi jarang bertemu.”Mayaka hanya membalasnya dengan senyum tipis.Dahulu, Siska merupakan salah satu atasannya yang cukup mengenal kehidupan pribadi Mayaka, termasuk kisah cintanya dengan Hans. Ketika masih bekerja di divisi yang sama, Sis

  • Dibuang Perintis Dinikahi Pewaris   Bab 25 : Harus Ekstra Sabar

    Raka memasukkan kotak hitam itu ke saku bagian dalam jasnya. Ia melirik Mayaka yang masih berdiri di sampingnya, mengamati suasana gedung pernikahan dengan ekspresi yang sulit ditebak. “Sudah siap?” tanyanya. Mayaka menoleh. “Untuk apa?” “Masuk ke dalam.” Raka mengangkat sebelah alis. “Atau Anda berencana berdiri di sini sampai pengantin selesai mengucapkan janji?” Mayaka mendengus pelan. “Saya hanya sedang memastikan tempatnya.” “Tempatnya tidak akan berubah hanya karena Anda pandangi lebih lama.” “Pak Raka, kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan mengganggu.” Raka menahan senyum. Entah mengapa, melihat Mayaka mulai menunjukkan sikap ketusnya yang biasa justru membuat suasana terasa lebih menyenangkan. “Baiklah. Silakan memimpin, Bu Mayaka.” Mayaka segera berbalik dan melangkah menuju pintu masuk. Ia tidak ingin memberi pria itu kesempatan untuk melontarkan komentar lain. Namun, baru beberapa langkah, suara Raka kembali terdengar dari belakang. “Mayaka.”

  • Dibuang Perintis Dinikahi Pewaris   Bab 24 : Terungkap

    Satu jam sebelum Mayaka dan Raka tiba di gedung pernikahan.Tepat ketika hendak membuka pintu kamar hotel, ponsel Mayaka berdering.Nama Hany muncul di layar.Mayaka segera mengangkat panggilan itu. “Halo?”“May, kamu benar-benar yakin mau menghadiri pernikahan si Hansaplast itu?”Mayaka tersenyum tipis mendengar julukan yang diberikan sahabatnya kepada mantan kekasihnya tersebut.“Memangnya kenapa?”“Kok aku malah nggak yakin, ya?”Mayaka mengangkat sebelah alis, meskipun Hany tentu tidak bisa melihatnya. “Nggak yakin soal apa?”“Kamu yakin kuat ketemu dia lagi? Setelah semua yang terjadi, aku takut kamu malah kepikiran macam-macam. Apalagi kalau dia sampai bersikap seolah-olah nggak pernah melakukan kesalahan.”Mayaka menyandarkan punggungnya ke dinding di dekat pintu.“Han, masalah hidupku sekarang jauh lebih berat daripada sekadar bertemu Hans. Ibuku mengusirku dari rumah. Sekarang aku tinggal di hotel dan masih harus mencari kos-kosan.”“Hah?! Apa?” Suara Hany langsung meninggi.

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status