"Sial! Jalan keluarnya tertutup, Tuan!" seru Sakura dengan nada panik.Gadis itu mencoba melompat ke tepian batu, mengerahkan tenaganya untuk mendorong salah satu bongkahan, namun reruntuhan itu tak bergeming sedikit pun."Sudahlah, Sakura. Jangan membuang-buang tenagamu," ucap Rangga dengan suara yang sangat tenang. Ia masih berdiri dengan santai di tengah kolam air hangat yang memancarkan pendar biru magis tersebut. "Batu-batu itu terlalu besar untuk digeser dengan tangan kosong.""Tapi Tuan, kita terkurung di sini!" sahut Sakura sambil melompat kembali ke dalam kolam, memercikkan air biru di sekitarnya. "Jika kita tidak bisa keluar, siapa yang akan melindungimu? Bagaimana jika ada gas beracun di dalam gua ini?""Tenanglah, prajuritku," kekeh Rangga lembut, meraih kedua bahu Sakura yang bergetar karena panik dan menariknya mendekat. "Lihat sekelilingmu. Udara di sini sangat bersih, dan air ini terus memancarkan energi.""Kita hanya perlu menunggu sampai Dokter Lisa atau Valerie
Read more