"Kau bilang kau akan mematuhi perintah apa saja tanpa bantahan, Sakura?" tanya Rangga, suaranya berupa bisikan yang sangat rendah, hampir menyatu dengan dengung angin malam yang masuk lewat celah jendela."Benar, Tuan. Nyawa dan ragaku adalah milikmu sejak aku bersujud di hadapan cincin itu," jawab Sakura.Posisinya masih berlutut dengan kepala tertunduk, namun sepasang mata elangnya mendongak, menatap langsung ke arah manik mata Rangga dengan ketaklukan yang mutlak.Rangga melirik sekilas ke arah ranjang besar di tengah ruangan. Clarissa masih tertidur sangat pulas, terbungkus selimut tebal setelah energinya terkuras habis untuk meredakan demam hormonnya tadi. Rangga kembali menatap ninja cantik di hadapannya, lalu menunjuk ke sudut ruangan yang gelap di dekat lemari pakaian, jauh dari jangkauan pendaran cahaya bulan."Kalau begitu, mari kita lihat seberapa jauh arti kata patuh bagimu.""Berdirilah, dan ikut aku ke sudut ruangan yang gelap itu. Kita harus memastikan Ratu Es di sana
Read more