"Rangga... sakit... rasanya seluruh badanku mau pecah..." rintih Clarissa, suaranya parau dan terputus-putus. Jemarinya yang gemetar mencengkeram erat kemeja hitam Rangga, menariknya dengan sisa tenaga yang ia miliki."Tahan sebentar, Clarissa. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu," ucap Rangga dengan nada menenangkan namun penuh kepastian.Rangga bangkit sejenak dari tepi ranjang, melangkah cepat menuju pintu kamar dan memutar kunci besi hingga berbunyi klik dua kali dari dalam. Ia memastikan tidak ada satu pun orang, termasuk Valerie atau Dosen Sonia, yang bisa mengganggu proses ini.Kembali ke samping ranjang, Rangga melepaskan jaket jins dan kemejanya, membiarkannya terlempar ke lantai kayu. Ketika ia merangkak naik ke atas kasur, hawa panas yang memancar dari tubuh Clarissa langsung menerpa kulit telanjangnya."Panas, Rangga... jangan... tapi, ah, sentuh aku lagi..." racau Clarissa dalam igauannya, matanya bergerak di bawah kelopak yang terpejam rapat."Buka matamu
Read more