Adit sudah gemas karena Alesha masih saja diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Dengan pelan, Adit menepuk pundak Alesha hingga membuyarkan lamunan sang empu."E-eh, kenapa, Dit?" tanya Alesha setelah sadar dari lamunannya."Ada apa? Kenapa wajah lo setegang itu? Tadi dapet telepon dari suami lo, 'kan? Apa katanya?" Pertanyaan beruntun dilontarkan oleh Adit."Asheeqa tertabrak mobil katanya, sekarang dia lagi ditangani di ruang ICU, Dit. Ayo anterin aku ke sana, aku sangat khawatir padanya," ujar Alesha memohon seraya menggoyang-goyangkan tangan Adit."Asheeqa? Dia adiknya Alvino? Astaga, kejutan ini membuat gue pusing banget. Lagian, biarin aja kali dia tertabrak, selama ini kan dia sudah jahat sama lo. Bahkan gue sangat ingat kejadian di mana lo dituduh maling sama dia." Wajah Adit terlihat benar-benar tidak suka kepada Asheeqa, bahkan terlihat rahangnya mengeras menahan amarah.Alesha melempar senyum kepada Adit, meski di dalam lubuk hatinya masih digerogoti rasa khawatir, Alesha
Read more