"Ale, aku pergi dulu," pamit Alvino yang sudah bersiap dengan pakaian rapinya. Alesha memperhatikan Alvino dari atas sampai bawah, hidungnya bisa mencium bau parfum khas seorang Alvino, bau vanila yang mampu menenangkan jiwa Alesha. "Mau ke mana, Om?" "Ada urusan.""Urusannya apa, emang?""Bukan urusanmu!""Tentu saja urusanku, aku ini istrimu sekarang jika Om lupa. Nanti siapa tahu mama atau nggak papa dateng ke sini terus nanyain Om, gimana? Apa yang harus aku jawab? Masa iya aku harus jawab Om lagi menulusuri jalan setapak menuju galaxy lain." Alesha menjawab dengan santai, namun matanya mendelik kesal ke arah Alvino. "Aku akan menemui seseorang, Ale. Jangan banyak tanya lagi!""Siapa?""Queen," jawab Alvino yang mampu membungkam mulut Alesha seketika. Ritme jantung Alesha seketika tidak beraturan lagi. Dadanya tiba-tiba terasa sesak. 'Kenapa rasanya seperti ini? Ada apa denganku? Apa aku cemburu? Ah ... nggak mungkin, untuk apa aku cemburu, toh Queen adalah kekasihnya om, da
اقرأ المزيد