Shaluna berbalik dari meja, mencoba menyibukkan diri dengan merapikan plastik-plastik belanjaan tadi. Ia mengeluarkan beberapa kotak susu, roti, dan buah-buahan, menatanya asal-asalan di atas meja dapur yang kecil."Ada teko listrik di bawah sana, kalau kamu mau minum air hangat," ujar Shaluna, berusaha menetralkan suasana. Ia berjongkok, mencoba meraih benda itu di lemari bawah yang sudah agak berdebu.Tiba-tiba, tangan besar Keiran muncul, mengambil alih plastik belanjaan yang sedang Shaluna pegang. Ia melakukannya dengan gerakan tenang, lalu meletakkannya di meja dengan rapi. Keiran tidak langsung menjauh. Ia justru berdiri di sana, memandangi ruangan yang memang terlihat sangat minim itu."Besok," gumam Keiran.Shaluna mendongak dari posisi jongkoknya. "Hmm?""Besok kita belanja yang benar," ujar Keiran, suaranya pelan dan datar. "Tempat ini terlalu kosong. Kamu tidak bisa hidup cuma dengan stok makanan instan."Shaluna berdiri, sedikit merasa geli dengan perhatian pria
Terakhir Diperbarui : 2026-07-16 Baca selengkapnya