Shaluna tentu saja menolak. Di tengah rasa malu dan air mata yang hampir tumpah, ia memilih berbalik dan bergegas pergi meninggalkan area kantor, lalu memutuskan pulang menggunakan taksi. Kali ini, ia tidak ingin kembali ke kediaman keluarga besar mertuanya yang mencekik, melainkan ke rumah tantenya. Tempat satu-satunya ia bisa bernapas lega."Tan, apa mungkin Mas Ragan punya selingkuhan?" tanya Shaluna, akhirnya menyuarakan kecurigaan yang selama ini menyumbat benaknya.Eve, sang tante, seketika mengerutkan dahi, tampak terkejut mendengar pertanyaan keponakannya. "Masa, sih, suami kamu selingkuh?"Shaluna hanya bisa mengangkat bahu dengan lesu. Ia menyandarkan punggungnya ke sofa, merasa lelah luar biasa. "Aku juga gak tahu, tapi hubungan kami gak pernah ada kemajuan."Eve menatapnya lurus, pancaran matanya berubah khawatir. "Kamu nyerah?""Sedikit," bisik Shaluna lirih. Jemarinya saling bertautan erat di pangkuan, mengakui rasa putus asa yang mulai mengikis sisa-sisa harapanny
Terakhir Diperbarui : 2026-06-24 Baca selengkapnya